Respons Tanaman Karet Belum Menghasilkan terhadap Pemupukan Organik dan Anorganik di Tanah Latosol Sukabumi

Saefudin Saefudin
Journal article Journal of Industrial and Beverage Crops • 2017 Indonesia

Abstract

Kebutuhan pupuk tanaman karet belum menghasilkan (TBM) dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya adalah jenis tanah, jenis klon, umur tanaman, dan teknis budi daya. Informasi kebutuhan pupuk tanaman karet TBM pada berbagai jenis tanah masih terbatas. Tujuan penelitian adalah mengetahui respons tanaman karet TBM terhadap pemupukan organik dan anorganik di tanah latosol Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pakuwon, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi, mulai bulan Juni 2014 sampai Juni 2016. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah dengan 3 ulangan. Petak utama adalah takaran pupuk organik (0, 2, dan 4 kg/pohon), sedangkan anak petak adalah takaran pupuk anorganik (50%, 75%, 100%, dan 125% dari takaran rekomendasi umum). Pengamatan dilakukan terhadap lilit batang, panjang cabang ujung, jumlah dan kerapatan daun pada cabang ujung, panjang tangkai daun, panjang dan lebar anak daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan takaran pupuk organik dengan pupuk anorganik terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman karet TBM pada tanah latosol Sukabumi. Pemupukan organik berpengaruh nyata terhadap karakter lilit batang, serta panjang dan lebar anak daun. Semakin banyak pupuk organik diberikan maka lilit batang semakin meningkat, tetapi ukuran panjang dan lebar anak daun semakin menurun.

Metrics

  • 47 views
  • 17 downloads

Journal

Journal of Industrial and Beverage Crops

Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar (JTIDP; Journal of Industrial and Beverage Crops), published... see more