Analisis Gen Penyandi Schistosoma Japonicum Gluthation S Transferase (Sj26gst) Di Dataran Tinggi Lindu, Sulawesi Tengah Indonesia

Triwibowo A. Garjito • Anis Nurwidayati • Risti Risti • Phetisya Pamela Frederika Sumolang
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • 2014 China • Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

Schistosomiasis is only found at Napu and Lindu highland, Central Sulawesi in Indonesia. Schistosomiasis still as a public health problem, with its prevalence increase every year. The large scale by mass drug treatment using praziquantel has done to reduce the prevalence since 1980. To look for the possibility evidence of the development of resistance in S. japonicumto praziquantel in endemic areas by analysis of Schistosoma japonicumGluthation S Transferase (Sj26gst) Coding Gene. Moleculer laboratory study was conducted to analyse the sequences of S. japonicumgluthation s transferase gene (Sj26GST). DNA was extracted from adult S. japonicumusing isopropanol. Sj26GST gene was amplified used gradient PCR. The PCR result then run with electrophoresis and viewed using gel-doc. The Sj26GST band was cut and purified using Gene Aid Purification kitand amplified by PCR cycle sequencing, and the product was sequenced using Abi PRISM 310 Genetic analyser. The gene sequences of Sj26GST analysis showed that the homology was very high between isolate from Indonesia and several isolates from China that known still susceptible to praziquantel.. The results indicate that there was no evidence for reduced susceptibility of S. japonicum to praziquantel despite its extensive use in the endemic areas of Napu and Lindu for more than 20 years.Keywords : Drug Resistance, Praziquantel, Schistosoma Japonicum, SchistosomiasisAbstrak Schistosomiasis di Indonesia ditemukan di Dataran Tinggi Lindu, Napu, dan Bada Sulawesi Tengah. Schistosomiasis masih menjadi masalah kesehatan dengan angka kasus yang berfluktuasi setiap tahun. Obat praziquantel telah digunakan secara massal sejak tahun 1980an, sehingga perlu dilakukan analisis kerentanan cacing Schistosoma japonicumterhadap praziquantel. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerentanan cacing S. japonicum terhadap praziquantel di Dataran Tinggi Lindu, dengan analisis secara molekuler gen penyandi S. japonicum yaitu Gluthation S Transferase(Sj26gst) yang merupakan target obat praziquantel. Analisis molekuler dilakukan untuk menganalisis sekuen gen Sj26GST (cacing S. japonicum gluthation s transferase). DNA cacing dewasa yang diperoleh dari pembedahan tikus di Dataran Tinggi Lindu diekstraksi dengan menggunakan isopropanol, kemudian diamplifikasi dengan PCR gradien. Produk PCR dielektroforesis dan pita DNA yang terbentuk dilihat dengan gel doc dan UV viewer. Pita DNA yang menunjukkan Sj26GST pada gel kemudian dipotong dan dipurifikasi menggunakan Gene Aid Purification kit, selanjutnya diamplifikasi dengan PCR cycle sequencing. Produk PCR kemudian disekuensing menggunakan Abi PRISM 310 Genetic analyser. Analisis sekuensing gen Sj26GST menunjukkan tidak ditemukan Perubahan susunan basa penyusun titik katalis yang mempengaruhi perlekatan dengan substrat, yaitu tyrosin 7 menjadi phenilalanin sebagai indikator adanya mutasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tidak ditemukan Perubahan susunan gen penyandi Sj26GST pada cacing S. japonicumdari Dataran Tinggi Lindu.Kata kunci : Resistensi Obat, Praziquantel,Schistosoma Japonicum, Schistosomiasis

Metrics

  • 291 views
  • 95 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more