Analisis Faktor Keberhasilan Praktik Pemberian Asi Eksklusif di Tempat Kerja pada Buruh Industri Tekstil di Jakarta

Ika Saptarini • Novianti Novianti • Rachmalina Prasodjo • Anissa Rizkianti
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • 2014 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 12 pages)

Abstract

Exclusive breastfeeding is related to several potential factors, such as mother working status. Mothers who are worker, particularly in industrial sector are more likely not to exclusively breastfeed their child. Non-availability of breastfeeding facility in the workplace, types of work, working condition and implementation of reproductive rights were a number of factors that increase the risk of breastfeeding disorders among labor workers.This study aim ed to explore factors towards successful practices of exclusive breastfeeding in the workplace among textile industry workers in Jakarta, related to availability of breastfeeding right and facility. A qualitative study was conducted towards 27 informants working at a textile industry in Jakarta and having a baby older than 6 months to 12 months. Data was collected by Focus Group Discussion (FGD). Triangulation of data was obtained by in-depth interview to several resources such as midwife at the clinic company and the company supervisor. Only a few informants who successful exclusively breastfeed their children (n=2), while others failed. Knowledge of how to store breast milk and breastfeed in the workplace, availability of breastfeeding facility, as well as support from company supervisor are a number of predisposing, enabling, and reinforcing factors to the successful practice of exclusive breastfeeding. Role of health attendant and supervisor at the workplace through counseling, entitlements to breastfeeding and provision of adequate breastfeeding facilities are very important in order to support exclusive breastfeeding among labor workers.Keywords : Exclusive Breastfeeding, Workers, Textile IndustryAbstrakPemberian ASI eksklusif berhubungan dengan beberapa faktor, salah satunya status pekerjaan ibu. Ibu yang sehari-harinya bekerja, terutama sebagai pekerja buruh pabrik cenderung untuk tidak memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif. Kurangnya ketersediaan fasilitas ASI di tempat kerja, jenis pekerjaan dan kondisi lingkungan kerja yang tidak mendukung, serta rendahnya implementasi hak kesehatan reproduksi merupakan sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya gangguan menyusui pada pekerja buruh perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor keberhasilan dan kegagalan praktik pemberian ASI eksklusif pada pekerja buruh industri tekstil di Jakarta yang terkait dengan ketersedian hak dan sarana menyusui di tempat kerja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif pada 27 informan ibu yang bekerja di beberapa pabrik industri tekstil di Jakarta dan memiliki bayi berusia lebih dari 6 bulan sampai 12 bulan. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion(FGD). Triangulasi data diperoleh melalui hasil wawancara mendalam terhadap beberapa sumber, mencakup bidan di klinik Perusahaan dan atasan kerja. Hanya sedikit sekali informan yang berhasil memberikan ASI eksklusif (n=2), selebihnya gagal. Pengetahuan tentang cara menyimpan ASI dan tata laksana pemberian ASI di tempat kerja, ketersediaan fasilitas dan sarana ASI, serta dukungan atasan kerja dan tenaga kesehatan merupakan sejumlah faktor predisposing, enabling, dan reinforcingyang berperan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif di tempat kerja pada buruh industri tekstil di Jakarta. Peran tenaga kesehatan dan pengawas/atasan di tempat kerja melalui sosialisasi, pemberian hak menyusui dan penyediaan fasilitas menyusui yang memadai menjadi hal yang sangat penting dalam upaya mendukung pemberian ASI eksklusif pada pekerja buruh.Kata kunci : ASI Eksklusif, Buruh, Industri Tekstil

Metrics

  • 312 views
  • 319 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more