A Field Control Trial of Culex Quinquefasciatus Larvae by Polymer Formulations of Oms-786 and Oms-971 in Jakarta

Seregeg, Ig • Suzuki, T
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • June 1988 Indonesia

Abstract

Suatu uji coba lapangan penggunaan larvisida OMS-971a (chlorpyrifos) dan OMS-786b (temephos) dalam formulasi lepas terkendali (controlled release formulation = CRF) terhadap larva Culex quinquefasciatus telah dilakukan dalam selokan-selokan di Kampung Sunter, Jakarta Utara. Tidak ada penurunan yang nyata baik kerapatan larva maupun kerapatan pupa, segera setelah penebaran larvisida tersebut dalam dosis 1 ppm. Akan tetapi penurunan kerapatan larva baru terlihat selama satu sampai dua bulan sesudah penebaran. Pada penelitian ini chlorpyrifos terlihat sedikit lebih berpengaruh (effective) dibandingkan dengan temephos. Pengaruh dari temephos" sa'nd granules" sebagai formulasi pemĀ­banding hanya berlangsung paling lama satu minggu, pada penggunaan dosis sebesar lppm. Keadaan dasar selokan dengan endapan lumpur yang tebal diperkirakan telah melumpuhkan daya kerja temephos SG, yang langsung tenggelam ke dasar selokan setelah penebaran. Hal ini berbeda dengan formulasi chlorpyrifos dan temephos yang bersifat lepas terkendali (CRF), berada dalam suatu keadaan yang tetap mengapung di atas permukaan air. Chlorpyrifos dapat memberikan daya kendali terhadap larva sebesar 70 - 94% pada minggu ke 5-8 dan terhadap pupa sebesar 87% pada minggu ke 6 dan 92% pada minggu ke 7. Temephos CRF memberikan daya kendali terhadap larva sebesar 90-96 % pada minggu ke 4-8 dan menurun menjadi 75-96% pada minggu ke 8-9.

Metrics

  • 20 views
  • 6 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more