An Analysis of the Utilization of Two General Hospitals in the Pasuruan Regency (a Preliminary Report)

  • Soetopo Md, M.H.W
  • Soemana Md, Partiwi

Abstract

Study ini didasarkan atas adanya dua pendapat yang saling berlawanan, yaitu : Bahwa makin banyak tersedia fasilitas2 kesehatan, yang tersebar secara merata dalam satu unit penduduk tertentu makin dapat terpenuhi kebutuhan ser­ta keinginan (need and demand) pen­duduk tersebut untuk menggunakan fasilitas2 tersebut.Bahwa penilaian tersebut diatas adalah tidak selalu benar karena Kenyataan menunjukan bahwa fasilitas2 kesehat­an yang telah tersedia, penggunaannya masih dibawah kemampuan yang se­benarnya (underutilized). Semua membuktikan pendapat manakah yang benar, maka telah dilakukan analisa dan peng­gunaan (th. 1970) dua Rumah Sakit Pemerintah (R.S. Kodya Pasuruan dan R.S. Kabupaten Pasuruan di Bangil) didaerah Kabupaten Pa- p5 suruan, untuk mengetahui apakah kedua fasilitas kesehatan (Rumah Sakit) tersebut telah bekerja penuh sebagaimana diharapkan. Dari analisa ini dapat disimpulkan bahwa: Di Rumah Sakit Bangil dari 24065 kasus yang memerlukan perawatan di polikliniknya, 1006 kasus memerlukan perawatan khusus dalam rumah sakit. Sedangkan di Rumah Sakit Pasu­ruan 1.999 dari 7896 kasus yang datang ke poliklinik memerlukan perawatan khusus dalam Rumah Sakit. Jumlah kasus2 (in & outpatient) yang memerlukan perawatan dan kedua fasilitas ke­sehatan tersebut, hanya meliputi 31 per 10.000 penduduk kabupaten dan kotamadya Pasuruan (rata2 satu perawatan bagi tiap2 kasus per orang). Lama hari perawatan rata2 pada kedua Rumah Sakit tersebut adalah 5.61 hari di R.S. Bangil dan 5.75 hari di R.S. Pasuruan. Mengenai penggunaan fasilitas tempat tidur (bed occupan­cy ratio) dikedua Rumah Sakit tersebut me­nunjukan bahwa hanya 38 percent (di R.S. Bangil) dan 31 percent (di R.S. Pasuruan) fasilitas tempat tidurnya yang digunakan. Selain hal2 yang tersebut diatas, diketahui pula bahwa kebanyakan dari penderita2 yang dirawat dikedua Rumah Sakit (72 percent) berasal dari daerah2 yang berjarak tidak lebih dari 5 kilo­meter dari Rumah Sakit (figure 2 A dan 2 B). Jenis2 kasus yang dirawat dikedua Rumah Sakit tersebut adalah hampir bersamaan (tabel I dan II), dimana terutama didapatkan kasus2:1. Golongan Penyakit Infeksi dan ParasitEnteritis & Diarrhea 50 percentTBC saluran pernapasan 18 percentMalaria 10 percent2. Golongan Penyakit/Komplikasi keha­milanKelahiran normal 63 percentAbortus 20 percent3. Penyakit yang tidak diketahui sebabnya4. Penyakit2 akibat kecelakaan, keracun­an dan kekerasanDari hasil analisa tersebut diatas telah dibukti­kan bahwa R.S. Bangil dan R.S. Pasuruan masih digunakan dibawah kapasitas yang sebenarnya (underutilized).Hal ini dapat dilihat dari Kenyataan2:Walaupun jumlah penyakit2 yang mungkin memerlukan perawatan2 khu­sus dalam Rumah Sakit belum dapat dipastikan, namun melihat keadaan penyakit pada umumnya dapat diper­kirakan bahwa fasilitas2 yang tersedia belum dipergunakan seperlunya.Kedua Rumah Sakit tersebut hanya dipergunakan oleh penduduk yang ber­tempat tinggal tidak lebih dari 5 kilo­meter dari Rumah Sakit.Dari sudut pembiayaan, maka penggu­naan fasilitas2 kesehatan dengan tidak/ belum sepenuhnya, merupakan penge­luaran yang tidak sesuai. Studi2 selanjutnya masih perlu dilaksanakan, terutama guna menyelidiki sebab2 daripada penggunaan fasilitasi kesehatan dibawah ke­mampuan yang sebenarnya ini.

Metrics

  • 53 views
  • 16 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... more