Malayan Filariasis Studies in Kendari Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia : III Surveillance of Mansonia Mosquitoes with Reference to Seasonal and Ecological Aspect of Ma. Uniformis and Ma. Indiana

S., Kirnowardoyo • Bahang, Z • Saafi, L • Bende, N • Liat, Lim Boo
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • March 1984 Indonesia

Abstract

Studi nyamuk penular filariasis malayi pada empat desa endemis (Wawolemo. Pondidaha. Lalohao dan Teteona) di Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara, telah dilakukan dari bulan November 1980 sampai Oktober 1982. Nyamuk penular Brugia malayi di alam selain Anopheles barbirostris dan An. Nigerrimus adalah Mansonia uniformis, Ma. Indiana dan Ma. bonneae/dives. Ma. uniformis dan Ma. Indiana merupakan jenis yang terbanyak ditemukan di antara 5 jenis nyamuk Mansonia spp. Tidak ditemui perbedaan yang ber­makna untuk kepadatan kedua jenis nyamuk ini di antara empat desa yang diteliti. Daur gonotrofik Ma. uniformis dan Ma. Indiana di laboratorium masing-masing berkisar antara 80-98 jam dan 81-92 jam. Puncak kepadatan waktu menggigit orang dari kedua jenis nyamuk ini adalah antara jam 19.00 -22.00. Kedua jenis nyamuk ini lebih cenderung bersifat zoofilik. Kepadatan bulanan Ma. uniformis dan Ma. Indiana tidak mempunyai keeratan hubungan yang positif dengan curah hujan, dengan puncak kepadatan antara bulan Agustus dan Oktober. Nisbah nya­muk parous untuk kedua jenis nyamuk ini relatif rendah dan tidak mempunyai keeratan hubungan de­ngan kepadatannya dan juga dengan curah hujan. Nisbah infeksi alamiah dari Brugia sp. pada Ma. Indiana (0,6%) lebih tinggi dari Ma. uniformis (0,4%). Indeks infeksi buatan rata-rata 1,88 pada Ma. uniformis dan 0,55 pada Ma. Indiana. Uji kerentanan DDT terhadap Ma. uniformis dan Ma. Indiana memperlihatkan kedua jenis nyamuk ini rentan terhadap DDT.

Metrics

  • 61 views
  • 39 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more