Infectious Disease Risks in the Transmigration Area, Way Abung III, Lampung Province

Gandahusada, S • Dennis, D. T • Saroso, J. Sulianti • Simanjuntak, C. H • Olson, J 7 more
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • June 1984 Indonesia

Abstract

Telah dilakukan pemeriksaan secara laboratoris terhadap kesehatan transmigran yang berasal dari Jawa sebelum (1976) dan kurang lebih 2 tahun (1978) sesudah mereka menempati daerah transmigrasi Way Abung III, Lampung. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui penyakit-penyakit yang mengancam mereka di daerah barunya. Pemeriksaan telah dilakukan terhadap sediaan darah yaitu untuk mengetahui adanya parasit malaria dan mikrofilaria, sedangkan pemeriksaan serologis untuk mengetahui adanya infeksi arbovirus, scrub dan murine typhus. Pemeriksaan tinja dilakukan hanya pada tahun 1976 untuk mengetahui adanya parasit usus. Dari hasil pemeriksaan tadi ditemukan bahwa prevalensi malaria meningkat dari 0,2% (1976) menjadi 10% (1978), sedangkan mikrofilaria rate sebelum dan sesudah pemindahan tetap 0. Hasil pemeriksaan tinja terhadap transmigran sebelum tiba di Lampung menunjukkan prevalensi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang berturut-turut sebesar 46%,, 28%, dan 80%. Serologis hemagglutination inhibition (HI) antibody positive terhadap Japanese encephalitis (JE) virus naik dari 43,3%, menjadi 74,2%, sedangkan prevalensi HI antibody positive terhadap chikungunya (CHIK) virus tetap sama yaitu 3,5% sebelum dan 2,9% sesudah pemindahan. Prevalensi positif fluores-cent antibody test(FAT) terhadap scrub dan murine typhus juga tidak ada Perubahan yaitu 4,0% sebelum dan 3,4% sesudah pemindahan untuk scrub typhus dan 13,7%, sebelum dan 13,8% sesudah pemindahan untuk murine typhus. Dari hewan-hewan yang terdapat di Way Abung IH, serologis positif HI antibody kambing mempunyai prevalensi tertinggi (3%) terhadap arbovirus Group A (alpha virus) dan sapi ter­tinggi (35%) terhadap arbovirus Group B (flavivirus). Vektor-vektor potensial malaria, filariasis, scrub dan murine typhus, dan arbovirus infeksi dapat dijumpai di daerah transmigrasi Way Abung III, Lam­pung. Kecuali malaria ditarik kesimpulan bahwa diperlukan paired data untuk prevalensi cacing-cacing dan prevalensi serologis positif antibody terhadap arbovirus untuk memastikan apakah Way Abung lebih berbahaya daripada daerah asal transmigran.

Metrics

  • 107 views
  • 39 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more