Gambaran Keamanan Cemaran Mikroba E. Sakazakii pada Susu Formula Bayi yang Beredar di Indonesia Tahun 2011

Dewanti, Ratih • Retno, Dwi • Raini, Mariana • Puspandari, Nelly • Isnawati, Ani 1 more
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • 2012 Indonesia

Abstract

. Background. Infant formulain powdered form(powder) is not a sterile product. It is likely to contain pathogenic microorganisms, cause infectioning the infant. E.sakazakii (Cronobacter spp) is one of the pathogens as indicatorof the safety in infant formula. Method. This survey design is cross sectional and purpose of this survey is not to conclude lot a cceptance (safety assurance to a level of standard) or quality control of product.To ensure food security, the number of samples taken is one sample (n =1) per item from distributed products. Nevertheless, this survey uses 2 samples (n=2). Method used to detect E. Sakazakii in infant formula samples isbased onISO/TS 22964 : 2006 from Codex Alimentarius Commission (CAC) in July 2008.Method uses testing method validation. Samples are obtained from Indonesian regions which representing 7 Bappenas regions with a number of 88 samples, consist of 41samples (2 batch number) and 6 samples (1 batch number). Maximum Limit of microbial contaminants in food are set by the Head of National Agency of Drug and Food Control Regulations number HK.00.06.1.52.4011 based on Codex Alimentarius Commission (CAC) in July 2008. It determines the limit of E.Sakazakii on infant formula that is negativein 10 gram. This data is complemented with secondary data about GMP and HACCP implementation in industry which produces/imports infant formula milk. Result. The result showed that all of samples are negative in 10 g sample. In addition, all of the manufacturers have fulfilled the GMP requirements and have applied HACCP system in the production system. Imported baby milk formula products have to attach analysis certificate which declares that the products are negative from E. Sakazakii/10 gram. Keywords : E.sakazakii, infant formula, Cronobacter sp Abstrak. Latar Belakang. Susu formula bayi dalam bentuk bubuk (powder) bukan merupakan produk steril, kemungkinan bisa mengandung mikroorganisme sehingga harus dijamin ketiadaan patogen yang secara epidemiologis menjadi sumber dan pembawa infeksi pada bayi.E.sakazakii (Cronobacter spp)adalah salah satu patogen yang menjadi indikator keamanan susu formula bayi. Metode. Survei menggunakan desain potong lintang dan tujuan surveibukan untuk menyimpulkan lot acceptance (safety assurance to a level of standard)atau quality control yang dilakukan oleh produsen, tetapi bertujuan untuk menjamin keamanan pangan.Sehingga jumlah sampel yang diambil cukup satu sampel (n=1) per item produk yang beredar, namun dalam survei ini menggunakan lebih dari 1 per item (n=2). Metode deteksi E. Sakazakii pada sampel formula bayi dilakukan sesuai ISO/TS 22964 : 2006disertai validasi metode pengujian. Sampel diperoleh dari wilayah Indonesia yang mewakili 7 region Bappenas dengan jumlah 88 sampel terdiri dari 41 sampel ( 2 nomor bets ) dan 6 sampel ( 1 nomor bets ). Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.00.06.1.52.4011 berlandaskanCodex Alimentarius Commission (CAC) pada Juli 2008 menetapkan E.sakazakii pada formula bayi negatif dalam 10 gram. Data di atas dilengkapi dengan data sekunder tentang penerapan GMP dan HACCP di industri yang memproduksi/melakukan impor susu formula. Hasil. Semua formula bayi negatif E.sakazakii dalam 10 g sampel.Disamping itu semua produsen telah memenuhi persyaratan GMP dan telah menerapkan sistem HACCP dalam proses produksi.Produk formula bayi impor wajib melampirkan sertifikat analisis yang menyatakan produk tersebut negatif E.sakazakii/10 gram Kata Kunci : E.sakazakii, susu formula, Cronobacter sp

Metrics

  • 123 views
  • 88 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more