Potensi Gen Dtx Dan Dtxr Sebagai Marker Untuk Deteksi Dan Pemeriksaan Toksigenisitas Corynebacterium Diphtheriae

Wibowo, Holly Arif • Sariadji, Kambang • Sunarno, Sunarno
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • March 2013 Guinea

Abstract

. Corynebacterium diphtheriae is the causative agent of diphtheria. The main virulence determinant of the bacteria is diphtheria toxin, the cause of the systemic complication seen with diphtheria. Production of diphtheria toxin by toxigenic strain encoded by dtx/tox gene and repressed by dtxR gene. Gold standard for bacterial toxigenicity test carried out by conventional methods (Elek test, Guinea pig and vero cell cytotoxicity). However, Elek test have variety result, time consume and problem of the reagent availability. On the other hand, the animal (Guinea pig) testing was opposed by many animal lovers and the vero cell cytotoxicity test require high cost. The study purposed to evaluate the using of dtx and dtxR genes as a detection marker of C.diphtheriae and bacterial toxigenicity test simultaneusly by Multiplex PCR. The study examined 44 bacterial and fungal isolates, included 22 C.diphtheriae (4 reference strains and 18 clinical isolates), 5 other specieses of Corynebacterium (reference strains) and 17 non-Corynebacterium (10 reference strains and 7 stock cultures ). All of sample were examined by Multiplex PCR for 2 primer pairs targeted dtx and dtxR genes. The study showed that the Multiplex PCR for dtx and dtxR as target genes able to detect all of sample correctly thus concluded that dtx and dtxR genes could be used as a marker for alternative detection and toxigenicity test of C.diphtheriae by Multiplex PCR rapidly and accuratelly. Key words: Corynebacterium diphtheriae, dtx, dan dtxR Abstrak. Corynebacterium diphtheriae merupakan agen penyebab penyakit difteri.. Faktor virulensi utama C. diphtheriae adalah toksigenisitas (kemampuan memproduksi toksin) bakteri toxin. Produksi toksin diatur seperangkat gen yang disebut gen tox/dtx dan diregulasi oleh gen dtxR. Gold standard untuk pemeriksaan toksigenisitas C.diphtheriae adalah dengan metode konvensional (Elek test, Guinea pig dan vero cell cytotoxigenicity),namun Elek test mempunyai variasi hasil yang cukup beragam, membutuhkan waktu yang cukup lama, serta masalah ketersediaan reagen standard. Di sisi lain pemeriksaan dengan hewan coba banyak ditentang oleh para pecinta satwa. Sementara itu, pemeriksaan dengan vero cell membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi gen dtx dan dtxR sebagai marker deteksi C.diphtheriae sekaligus pemeriksaan toksigenisitas bakteri menggunakan PCR Multipleks. Jumlah sampel penelitian sebanyak 44 isolat, termasuk 22 C.diphtheriae (4 strain referensi dan 18 isolat klinik), 5 spesies lain Corynebacterium (strain referensi) dan 17 isolat non-Corynebacterium (10 strain referensi dan 7 isolat tersimpan). Semua sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan PCR Multipleks dengan 2 pasang primer yang mempunyai target gen dtx dan dtxR Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen dtx dan dtxR dapat digunakan sebagai marker (gen target) dalam metode deteksi dan pemeriksaan toksigenisitas C.diphtheriae menggunakan PCR Multipleks sehingga menjadi alternatif metode diagnosis difteri yang cepat dan akurat Kata Kunci: Corynebacterium diphtheriae, dtx, dan dtxR

Metrics

  • 127 views
  • 121 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more