Studi Endemisitas Filariasis di Wilayah Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Pasca Pengobatan Massal Tahap III

Santoso, Santoso • Yahya, Yahya
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • March 2013

Abstract

Filariasis endemicity research in District Pemayung, Batanghari Regency Post-Mass Drug Administration Phase III has been implemented. The study aims to determine the prevalence of filariasis, microfilaria worm species, the periodicity, reservoir determination and evaluate the results of mass treatment activities that have been 3 times. The number of people who checked their blood preparation for the examination as many as 538. Blood sampling for the periodicity of the parasite examinations performed on 4 persons, each carried out blood sampling every 2 hours for 24 hours. People microfilariae with microfilariae positive number as many as 8 people to rate microfilariae (Mf rate) 1.5%.. The highest parasite density of 17.493 per 20 cu mm of blood occurred at 1:00 am and decresing to 0,415 per 20 cu mm of blood at 07.00 am. The parasite was found in sub periodic nokturna 3 subjects and 1 subject was found only be found in the morning and afternoon. The results of examination of 12 cats and two monkeys were found two positive cats with Brugia malayi microfilariae. Cats that were examined and the positive was one house cat and one stray cat). The conclusion from this study showed that filariasis was still endemic with periodicity of microfilariae was sub periodic nokturna and was zoonotic. Recommendations of this study was that mass treatment was done by giving the drug directly and took medicine in front of the officers, examination and treatment of microfilariae positive cats. Key words: microfilariae rate, periodicity, Brugia malayi, reservoir. Abstrak Submit : 28-03-2012 Review : 04-04-2012 Review : 11-06-2012 revisi : 29–08-2012Penelitian untuk menentukan tingkat endemisitas filariasis di wilayah Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Pasca Pengobatan Massal Tahap III telah dilaksanakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui prevalensi filariasis, mengetahui spesies cacing mikrofilaria, periodisitas mikrofilaria dan pemeriksaan reservoir serta mengevaluasi hasil kegiatan pengobatan massal yang sudah 3 kali dilakukan. Jumlah penduduk yang diperiksa sediaan darahnya untuk pemeriksaan mikrofilaria sebanyak 538 orang. Pengambilan darah untuk pemeriksaan periodisitas parasit dilakukan terhadap empat orang, masing-masing dilakukan pengambilan darah setiap 2 jam sekali selama 24 jam. Jumlah positif mikrofilaria sebanyak 8 orang dengan Mikrofilaria rate (Mf rate) 1,5%. Kepadatan mikrofilaria tertinggi 17,493 per 20 cu mm darah terjadi pada pukul 01.00 WIB dan menurun menjadi 0,415 pada pukul 07.00 WIB.Mikrofilaria bersifat sub periodik nokturna ditemukan pada 3 subyek dan 1 orang subyek hanya ditemukan ditemukan pada pagi dan sore hari. Hasil pemeriksaan terhadap 12 ekor kucing dan 2 kera ditemukan adanya dua ekor kucing (satu ekor kucing rumah dan satu ekor kucing yang tidak mempunyai pemilik/liar ) yang positif mikrofilaria dengan spesies Brugia malayi). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa filariasis masih endemis dengan periodisitas mikrofilaria bersifat sub periodik nokturna dan merupakan zoonotik. Rekomendasi hasil penelitian ini yaitu agar pengobatan massal dilakukan dengan memberikan obat secara langsung dan meminum obat di depan petugas, pemeriksaan serta pengobatan terhadap kucing yang positif mikrofilaria. Kata kunci: Mikrofilaria rate, periodisitas, Brugia malayi, reservoir.

Metrics

  • 189 views
  • 118 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more