Kondisi Iklim dan Pola Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Yogyakarta Tahun 2004-2011

Puspita, Tities • Ariati, Jusniar • Perwitasari, Dian
Journal article Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan • 2015 Indonesia

Abstract

Kejadian demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi permasalahan global di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan kasus DBD adalah iklim, antara lain curah hujan, hari hujan, suhu dan kelembaban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pola kecenderungan antara kondisiiklim dan kejadian DBD di Kota Yogyakarta. Bahan penelitian sumber data berupa menggunakan data sekunder, berupa jumlah kasus DBD yang berasal dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan data iklim yang berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Data tersebut diambil dalamrentang waktu delapan tahun mulai dari 2004 sampai dengan 2011. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan software Minitab 16 statistical data dan program exelanalitik menentukan pola hubungan keterkaitan antara iklim, dengan mengambil kasus di hasil analisa memperlihatkan adanya keterkaitan peningkatan curah hujan, hari hujan, dan kelembaban serta penurunan suhu yang terjadi di bulan Januari-Maret dan Oktober-Desember hubungan antara dan hari hujan dengan dengan peningkatan jumlah kasus DBD yang terjadi di Kota Yogyakarta. Peningkatan kasus DBD dapat dipengaruhi oleh curah hujan yang berkisar di atas 200 mm dan hari hujan lebih dari 20 hari. Perkiraan Perubahan suhu antara ±25-27oC dan kelembaban sebesar 80-87% juga dapat mempengaruhi berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kasus DBD sampai dengan lebih dari 200 kasus. Peningkatan jumlah kasus DBD tersebut disebabkan adanya peningkatan jumlah tempat perindukan nyamuk seperti genangan air sehingga terjadi peningkatan jumlah nyamuk. Dapat disimpulkan bahwa Perubahan iklim dapat mempengaruhi kejadian penyakit DBD di masyarakat khususnya di Kota Yogjakarta sekitarnya.Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, iklim, Perubahan iklim, Yogyakarta AbstractIncident of dengue hemorrhagic fever (DHF) is still globally problem also in Indonesia. One factor that has impact on the increase of DHF cases is climate; among others were rainfall, rainy day, temperature and humidity. The source data of this study is used secondary data of DBD incidents derived from collected Health Office in Yogyakarta City and climate data from Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG). For the span of the data were taken within eight years period starting from 2004 to 2011. The aim of the study was to sight trend of pattern between the incidence of dengue and climatic condition in the Yogyakarta city. Data was analyzed descriptively relation between climate and using cases used Minitab 16 statistical data software and excel program. The results showedthe relation among the increasing means of rainfall, rainy days and humidity as well as the decrease of temperature with the increase of DBD cases. Rainfall above 200 mm and rainy day more than 20 days, approximately temperature at between ±25-27°C and humidity at 80-87% affected the increase of DHF cases more than 200 cases. The number of dengue cases was increased due to an increase in the number of breeding places mosquitoes such as puddles, causing an increase in the number of mosquitoes. It can be concluded that climate change may affect the incidence of dengue disease in the community, especially in around Yogyakarta City.Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, climate, climate change, Yogyakarta

Metrics

  • 249 views
  • 150 downloads

Journal

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Health Research and Development Media) is an open ac... see more