Praktek Pencegahan Penyakit Menular dan Faktor yang Berperan pada Pekerja Laboratorium Puskesmas di Tiga Provinsi di Indonesia, Tahun 2012

Delima, Delima • Tana, Lusianawaty
Journal article Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan • 2015 Indonesia

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu lokasi kerja di pelayanan kesehatan yang memberikan risiko lebih tinggi untuk terpapar kuman TB lebih tinggi dibandingkan ruang kerja lainnya. Kewaspadaan dan perilaku pencegahan penyakit menular terutama TB pada pekerja laboratorium sangat perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi praktek pencegahan penyakit menular dan faktor yang berperan pada pekerja laboratorium di tiga provinsi di Indonesia. Penelitian dilakukan secara potong lintang, pada 60 pekerja laboratorium yang bertugas di 50 Puskesmas (Puskesmas rujukan mikroskopis/PRM dan Puskesmas pelaksana mandiri/PPM) di Provinsi Banten, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi, pada tahun 2012. Praktek pencegahan penyakit menular ditentukan berdasarkan 14 pertanyaan. Hanya 40% dari 60 pekerja laboratorium yang baik dalam praktek pencegahan penyakit menular saat bekerja di laboratorium. Pekerja dari Puskesmas di Provinsi Banten berpeluang 4,2 kali lebih banyak untuk baik dalam praktek pencegahan penyakit menular dibandingkan dengan pekerjadari Puskesmas di Provinsi Kalimantan Selatan (p=0,03 OR 4,21; 95%CI 1,14-15,47). Pekerja dari Puskesmas di Provinsi Gorontalo tidak berbeda dengan pekerja dari Puskesmas di Provinsi Kalimantan Selatan dalam praktek pencegahan penyakit menular (p=0,08 OR 5,51; 95%CI 0,83-36,73). Faktor lama kerja dan jenis Puskesmas merupakan faktor perancu terhadap hubungan antara lokasi provinsi pekerja laboratorium dengan praktek pencegahan penyakit menular (p>0,05). Lokasi provinsi dimana Puskesmas berada merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan terhadap praktek pencegahan penyakit menular.Kata Kunci : pekerja laboratorium, Puskesmas, pencegahan penyakit menular AbstractLaboratory is one of the health care locations with higher risk for tuberculose infection (TB) than other workplaces. Awareness and infectious disease prevention practice of the laboratory workers should be encouraged. This study aimed to identify the infectious disease prevention practice and related factors of laboratory workers, in three provinces in Indonesia. A cross sectional study was conducted in Banten Province, Gorontalo Province, and South Kalimantan Province in 2012. Data were collected by interviewing 60 laboratory workers from 50 Primary Health Centers (PHC) using structuredquestionnaires and observation. The infectious disease prevention practice was assessed by scoring 14 questions. Only 40% of the 60 laboratory workers were good in practising infectious disease prevention while working in the laboratory. Laboratory workers from PHC in Banten Province were 4.2 times higher in good infectious disease prevention practice than workers from PHC in South Kalimantan Province (p=0.03 OR 4.21; 95%CI 1.14-15.47). Laboratory workers from PHC in Gorontalo Province were not significantly different in good infectious disease prevention practice than workers from PHC in SouthKalimantan Province (p=0.08 OR 5.51; 95%CI 0.83-36.73). The length of work and type of PHC were not significantly associated with infectious disease prevention practice (p> 0.05) but became confounders to the association of province location with infectious disease prevention practice. Infectious disease prevention practice was associated with the province where PHC located.Keywords: laboratory worker, primary health center, infectious disease prevention

Metrics

  • 64 views
  • 33 downloads

Journal

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Health Research and Development Media) is an open ac... see more