Perbandingan Dua Metode Pembelajaran Tentang Demam Berdarah Dengue pada Guru Sekolah Dasar

Suwasono, Hadi • Trapsilowati, Wiwik • Pujiyanti, Aryani

Abstract

Prevention of dengue hemorrhagic fever (DHF) began to be prioritized in school since majority of DHF cases was found in school children, especially in groups of children under 15 years old. Prevention of DHF in school was implemented by teacher role as DHF health educator for student at school. This study was one of school community mobilization models in Semarang for DHF prevention programs. The model compared two methods of health education such as an active learning approach with poster and leaflet media approach. The purpose of this study was to determine the effectiveness of implementation model to knowledge, attitudes, practice (KAP) and self-efficacy of teachers in DHF in schools. This study was a quasi experiment research with community intervention studies. The research used nonequivalen control group design. The sample of the study was physical education teachers in primary school in Tembalang subdistrict (intervention group) and Pedurungan Tengah Village, Pedurungan subdistrict (comparison group) which was selected purposively. The results showed that knowledge, practices and self-efficacy of teachers which had training in active learning method was higher than the group of teachers who received education leaflets and posters. Active learning method capable significantly for improving knowledge, practices and self-efficacy of teachers in DHF prevention (p value<0,05). Teachers self efficacy as health promotor in school on the group with active learning method was higher than the group that had poster and leaflet media. Active learning method was recomended for DHF health education at primary school. Keywords : Teacher, DHF prevention, active learning Abstrak Pencegahan demam berdarah dengue (DBD) mulai diprioritaskan pada sekolah karena sebagian besar kasus DBD dijumpai pada kelompok responden yang bersekolah, terutama pada kelompok anak berusia di bawah 15 tahun. Pencegahan DBD di sekolah salah satunya dilakukan melalui peran guru untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang DBD kepada siswa di sekolah. Penelitian ini merupakan salah satu model mobilisasi komunitas sekolah di Kota Semarang untuk program pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Model dilaksanakan dengan membandingkan 2 metode pendidikan kesehatan yaitu pendekatan pembelajaran aktif dengan pemberian poster dan leaflet. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan model terhadap pengetahuan, sikap, perilaku (PSP) dan self efficacy guru sekolah dasar tentang DBD di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis studi intervensi masyarakat. Rancangan yang digunakan adalah non equivalen control group design. Sampel penelitian adalah guru pendidikan jasmani di Kecamatan Tembalang (kelompok perlakuan) dan Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan (kelompok pembanding) yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, praktek dan self efficacy guru pada kelompok dengan pembelajaran aktif lebih tinggi daripada kelompok guru yang menerima edukasi leaflet dan poster. Metode pembelajaran aktif mampu meningkatkan pengetahuan, perilaku dan self efficacy guru dalam perilaku pencegahan DBD secara signifikan (p<0,05) daripada metode poster dan leaflet. Kepercayaan diri guru untuk menjadi promotor kesehatan di sekolah lebih besar pada kelompok dengan metode pembelajaran aktif daripada kelompok dengan metode poster dan leaflet. Metode pembelajaran aktif dapat direkomendasikan dalam pendidikan kesehatan tentang DBD di sekolah dasar. Kata kunci : guru, pencegahan DBD, pembelajaran aktif

Metrics

  • 59 views
  • 25 downloads

Journal

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Health Research and Development Media) is an open ac... see more