Penilaian Indeks Dmf-t Anak Usia 12 Tahun oleh Dokter Gigi dan Bukan Dokter Gigi di Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan Barat

D.A., Magdarina • Notohartojo, Indirawati Tjahja
Journal article Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan • March 2013 Indonesia

Abstract

Indeks DMF-T adalah indeks untuk menilai status kesehatan gigi dan mulut dalam hal karies gigi permanen. Karies gigi umumnya disebabkan karena kebersihan mulut yang buruk, sehingga terjadilah akumulasi plak yang mengandung berbagai macam bakteri. Indikator utama pengukuran DMF-T menurut WHO adalah pada anak usia 12 tahun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Uji beda mean , dengan membandingkan hasil pengukuran 10 (sepuluh) dokter gigi dan 10 (sepuluh) bukan dokter gigi. Penelitian dilakukan di propinsi Kalimantan Barat, dikarenakan memiliki DMF-T tinggi. Subjek penelitian berjumlah 30 anak, yang terdiri dari anak laki-laki dan anak perempuan berusia 12 tahun. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pemeriksaan dokter gigi dan bukan dokter gigi dan untuk mendapatkan ketepatan pemeriksaan agar hasil survei kesehatan gigi dan mulut melalui Riskesdas yang akan datang atau survei lainnya yang dilakukan dengan metode observasi dapat diprediksi dengan lebih tepat. Hasil penelitian didapatkan rata-rata DMF-T dengan pemeriksa dokter gigi adalah 3.35, sedangkan pemeriksa bukan dokter gigi adalah 3.15, dengan beda mean 0.1967, dan nilai p ; 0.0001, yang berarti bermakna. Agar didapat hasil yang baik dan akurat dalam pengukuran DMF-T sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi atau perawat gigi. Kata kunci : karies, indeks DMF-T, dokter gigi, bukan dokter gigi Abstract DMF-T index is an index to assess oral health status in terms of permanent tooth caries. Dental caries are usually caused by poor oral hygiene, so that there is an accumulation of plaque contains a variety of bacteria. The main indicator of DMF-T measurements according to the WHO is for 12-years old children. A cross sectional study was conducted to compare DMF-T index assessed by 10 dentists and 10 non dentists. It was conducted in West Kalimantan province, due to having high DMF-T index. A total of 30 children aged 12 years old, consisting of boys and girls, were examined. The purpose of this study was to obtain the accuracy of examination in order to decide wheter non dentist are suitable to assess DMF-T index for the coming Riskesdas or other surveys conducted by observational method. The average of DMF-T index assessed by dentists (3.35) and non dentists (3.15) was significantly different (mean difference 0.1967, p=0.0001). To get good and accurate results of DMF-T index, it is better to be be done by dentist or dental nurse. Keywords : caries, DMF-T index, dentist, non dentist.

Metrics

  • 101 views
  • 42 downloads

Journal

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Health Research and Development Media) is an open ac... see more