Kompetensi Vektorial Anopheles Maculatus, Theobald Di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo

Satoto, Tri Baskoro T. • Supargiyono, Supargiyono • Widiarti, Widiarti • Boewono, Damar Tri • Widyastuti, Umi
Journal article Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan • June 2013

Abstract

Malaria masih merupakan masalah kesehatan di Kabupaten Kulonprogo, khususnya di Kecamatan Kokap. Dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2009, 1 dari 5 desa di Kecamatan Kokap sebagai daerah malaria dengan statifikasi Insidensi Kasus Rendah (Low Case Incidence/LCI). Pada tahun 2010 meningkat menjadi 3 desa, peningkatan kasus malaria di Kecamatan Kokap berkaitan dengan keberadaan nyamuk Anopheles yang berpotensi sebagai vektor. Beberapa spesies seperti An. maculatus, An. aconitus, dan An. balabacensis diduga sebagai vektor malaria potensial di daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi vektorial An. maculatus yang terdiri dari: kerentanan nyamuk An. maculatus terhadap Plasmodium, sifat antropofilik, angka paritas, dan kepadatan nyamuk. Kerentanan nyamuk terhadap Plasmodium diukur dengan deteksi antigen protein sporozoit (Circum Sporozoite Protein/CSP) dari P. falciparum atau P. vivax pada dada-kepala dari semua nyamuk parous. Karakteristik antropofilik diukur dengan mendeteksi darah manusia pada Perut nyamuk dengan kondisi penuh darah dan setengah gravid. Kedua deteksi tersebut dilakukan dengan teknik ELISA. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Oktober 2011 di dua desa yaitu: Tegiri dan Gunungrego, Kecamatan Kokap. Nyamuk ditangkap dengan menggunakan metode sesuai dengan pedoman WHO. Penangkapan dilakukan pada malam hari (18.00-06.00) terhadap nyamuk yang hinggap pada manusia di dalam rumah, di luar rumah, nyamuk yang istirahat baik di dalam rumah (dinding) maupun luar rumah (sekitar kandang ternak) dan penangkapan pada pagi hari (06.00-08.00). Kepadatan An. maculatus dihitung dan paritas nyamuk ditentukan dengan pembedahan ovarium secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa An. maculatus di Gunungrego rentan terhadap P. vivax dengan angka sporozoit 3,57%. Namun, CSP antigen P. vivax tidak terdeteksi pada dada-kepala nyamuk An. maculatus dari Tegiri. Antigen CSP P. falciparum negatif pada dada-kepala nyamuk An. maculatus dari Gunungrego dan Tegiri. Proporsi An. maculatus yang mengisap darah manusia (Human Blood Index / HBI) adalah 40,00% di Tegiri dan 33,33% di Gunungrego. Angka paritas dan kepadatan An. maculatus lebih tinggi ditemukan di Tegiri daripada di Gunungrego. Kata Kunci: malaria, ELISA sporozoit, analisis pakan darah. Abstract Malaria is still a health problem in Kulonprogo Regency, particularly in the Kokap Subdistrict. In the last two years indicate that in 2009, 1 out of 5 villages in Kokap Subdistrict were considered as malarious areas with Low Case Incidence (LCI). In the year of 2010, it increased to 3 villages. The increase of malaria cases in Kokap Subdistrict was related to the presence of Anopheline mosquitoes which serve as potential vector. Several species such as Anopheles maculatus, An. aconitus, and An. balabacensis are suspected as potential malaria vectors in this area. The objective of this study was to determine the vectorial competence of An. maculatus consisting of: the An. maculatus mosquitoes susceptibility to Plasmodia, its anthropophilic characteristics, the parity rate, and the mosquito density. The susceptibility of mosquito to Plasmodia was measured by detection of sporozoite protein antigen (Circum Sporozoite Protein/ CSP) of P. falciparum or P. vivax on the head-thorax of all parous mosquitoes. The anthropophilic characteristics were measured by detection of human blood on the abdomen of blood fed and half gravid mosquitoes. Both of these were done by Enzyme Linked Immunosorbant Assay (ELISA) technique. The study was conducted from May until October 2011 in two villages i.e: Tegiri and Gunungrego, Kokap Subdistrict. The Anopheline mosquitoes were collected using the landing and resting mosquito collection technique both indoors and outdoors, at night (18.00-06.00) as well as in the morning (06.00-08.00) according to the WHO guideline. The density of An. maculatus was calculated and its parity was determined by microscopic ovary dissection. The result showed that An. maculatus in Gunungrego was susceptible to P. vivax with a sporozoite rate of 3.57 %. However, CSP antigen of P. vivax was not detected in the head-thorax of mosquitoes from Tegiri. CSP antigen of P. falciparum was negative in the head-thorax of mosquitoes both from Gunungrego and Tegiri villages. The proportion of An. maculatus fed on human (Human Blood Index / HBI) was 40,00 % in Tegiri and 33,33 % in Gunungrego. The parity rate of An. maculatus and its density was found higher in Tegiri than in Gunungrego. Keywords: malaria, sporozoite ELISA, blood meal analysis.

Metrics

  • 94 views
  • 70 downloads

Journal

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Health Research and Development Media) is an open ac... see more