Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Masyarakat dalam Mencegah Penularan Schistosomiasis di Dua Desa di Dataran Tinggi Napu Kapupaten Poso, Sulawesi Tengah Tahun 2010

Chadijah, Sitti • Veridiana, Ni Nyoman
Journal article Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan • September 2013 Indonesia

Abstract

Pemberantasan penyakit schistosomiasis sudah dilaksanakan sejak tahun 1974, namun sampai dengan tahun 2010 prevalensi penyakit ini masih tinggi yaitu sebesar 4,78%, dan akan mengalami peningkatan apabila tidak dilaksanakan kegiatan pemberantasan. Keberhasilan program pemberantasan terhadap suatu penyakit sangat tergantung dari partisipasi/perilaku masyarakat dalam mendukung program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat di Desa Mekarsari dan Desa Dodolo dalam mencegah penularan schistosomiasis dan mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan schistosomiasis. Penelitian dilaksanakan di Desa Mekarsari dan Dodolo selama enam bulan dari bulan Juni – November 2010. Desain penelitian yaitu cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga atau yang mewakili yang berusia diatas 15 tahun, yang terpilih secara acak pada waktu pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang terstruktur dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Mekarsari dan Desa Dodolo sebagian besar memiliki perilaku yang kurang dalam mencegah penularan schistosomiasis. Dari ketiga faktor yang diteliti, yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam mencegah penularan schistosomiasis adalah pekerjaan (p=0,013). Oleh karena itu, upaya pencegahan schistosomiasis perlu diinformasikan pada semua masyarakat tanpa melihat jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan yang mereka miliki. Selain itu peningkatan perilaku tidak semata-mata karena tingkat pengetahuan yang tinggi, karena itu perlu juga mempelajari faktor-faktor lain yang dapat berpengaruh pada perilaku seperti faktor lingkungan, tingkat sosial ekonomi, budaya dan kebiasaan setempat. Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku, Schistosomiasis, Dataran Tinggi Napu Abstract Schistosomiasis control programs have been done since 1974. However, the prevalence of schistosomiasis is still high with 4.78% in 2010 and it will continuosly increase if the control programs are not conducted. The success of a disease control programs depends on the participation/behavior of the community in supporting the program. The aim of this study was to describe the community behavior to prevent the transmission of schistosomiasis and to identify the relationship between educational level, occupation, knowledge, and community behavior in prevention of schistosomiasis. This study was carried out in Mekarsari and Dodolo villages from June to November 2010. The sample of this cross-sectional study was the head of household that randomly selected from the population. Data were collected through interview with structured questionnaire and field observation. The results showed that most of the people in Mekarsari and Dodolo did not have adequate behavior in schistosomiasis prevention. From all variables, only occupation was found related to schistosomiasis (p=0.013). Therefore, schistosomiasis prevention programs need to be informed to all people, from all occupation, educational level, and knowledge level. As good behavior not only depends on knowledge, other factors that related to behavior, such as environment, social-economy, and culture need to be studied. Key words: knowledge, behaviour, schistosomiasis, Napu highland

Metrics

  • 153 views
  • 76 downloads

Journal

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Health Research and Development Media) is an open ac... see more