Pre and Post Training Evaluation on Universal Precautions (Up) Practices at Putat Jaya Health Center, Surabaya

Bachroen, Cholis
Journal article Buletin Penelitian Sistem Kesehatan • December 2003

Abstract

Praktek untuk mematuhi 'universal precaution' (UP) di institusi pelayanan kesehatan (termasuk puskesmas, klinik dsb) dimaksudkan untuk melindungi pasien dan petugas kesehatan dari penularan penyakit yang dapat terjadi karena tindakan pelayanan kesehatan yang kurang atau tidak tepat (tidak mengikuti UP). Penyakit yang mungkin dapat menular dengan tidak ditepatinya UP oleh petugas kesehatan antara lain adalah penyakit yang dapat menular lewat darah (blood bome diseases) termasuk HIV/AIDS dan Hepatitis B dan C. Mengingat kepatuhan terhadap UP di antara petugas kesehatan selama melayani pasien dinilai masih kurang, maka dilaksanakan Pelatihan UP di puskesmas. Study ini dilakukan di Puskesmas Putat Jays yang Juga mempunyai klinik yang khusus melayani Pekerja Seksual Komersial (PSK) dalam rangka menekan terjadinya penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS. Puskesmas Putat Jays merupakan sasaran yang strategis karena mempunyat daerah binaan antara lain Lokalisasi (PSK) Dolly dan Jarak. Studi evaluatif ini dimaksudkan untuk melihat tingkat kepatuhan petugas terhadap UP selama melayani pasien serta mengkaji adanya Perubahan kepatuhan tersebut setelah mendapat pelatihan. Data kualitaltf dan kuantitatif dikumpulkan melalui observasi, in depth interview dan diskusi. Hasil studi menunjukkan bahwa setelah pelatihan, pengetahuan tentang UP secara umum serta kesadaran untuk melindungi pasien dari penularan penyakit meningkat. Penggunaan ulang jarum suntik sudah tidak dilakukan (selalu memakai jarum diposable), spuit dan jarum di-disinfeksi sebelum dibuang serta pelaksanaan disinfeksilsterilisasi telah sesuai dengan prosedur. Data kuantitatif menunjukkan bahwa dengan pelatihan terjadi peningkatan jumlah petugas kesehatan yang mempunyai kebiasaan mencuci tangan secara tepat pada waktu melayani pasien yaitu dari 10% menjadi 90%, mengganti sarung tangan dengan tepat dari 33,3% menjadi 66,67%, memakai 'one hand technique' waktu menutup jarum dari 0% menjadi 100%, dan membersihkan instrumen secara tepat rata-rata naik sekitar 35%. Kalau dihitung peningkatan kepatuhan terhadap UP pada setiap menangani kasus, maka terflhat bahwa kenaikan setelah pelatihan adalah dari 0% menjadi 19,6% untuk mencuci tangan sebelum menyuntik, mengganti sarung tangan setiap melayani pasien meningkat dari 17,9% menjadi 59,5%, penggunaan 'one hand technique' dalam 'recapping' jarum suntik dari 6,7% menjadi 100% serta mengganti sarung tangan untuk petugas poli gigi dari 20,5% menjadi 100%.

Metrics

  • 59 views
  • 34 downloads

Journal

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletin of Health Systems Research) is an open access, peer... see more