Cost Recovery of Automated Clinical Analyzer (a Case Study in Public Hospital Laboratory and Private Clinical Laboratory)

Angkasawati, Tri Juni
Journal article Buletin Penelitian Sistem Kesehatan • December 1999 Indonesia

Abstract

Biaya pelayanan laboratorium adalah informasi yang perlu diketahui oleh pembuat keputusan dalam rangka penetapan tarif yang diberlakukan sebagai bagian dari sumber pendapatan yang tujuannya adalah untuk memulihkan biaya produksi. Namun pertimbangan penetapan tarif juga harus mempertimbangkan misi dari masing-masing penyedia pelayanan antara lain pemerintah dan swasta. Sehingga perlu dilakukan studi untuk mengetahui besarnya biaya pemulihan yang layak sebagai pedoman untuk penetapan besar tarif di masing-masing fasililas. Tujuan dari studi ini adalah untuk mempelajari biaya pemulihan dari Automated Clinical Analyzer (ACA) di laboratorium rumah sakit pemerintah dan laboratorium klinik swasta di Jawa Timur. Studi ini menerapkan distribusi langsung anggaran dari pusat pembiayaan institusi yang bersangkutan untuk alokasi biaya dalam perhitungan biaya total cost. Biaya total diklasifikasikan dalam biaya kapital (capital cost) dan biaya kembali (recuffent cost). Ratio biaya pemulihan dihitung dari total pendapatan dibagi biaya total. Bila ratio biaya pemulihan kurang dari satu menunjukkan bahwa provider mengalami kerugian, sebaliknya bila ratio biaya pemulihan lebih dari satu, berarti provider mendapatkan keuntungan. Hasil studi menunjukkan, di kedua fasilitas pelayanan, biaya kapital memberi kontribusi terbesar dari total biaya, diikuti biaya material dan biaya tenaga.

Metrics

  • 67 views
  • 20 downloads

Journal

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletin of Health Systems Research) is an open access, peer... see more