Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Bayi terhadap Pemberian Asi Eksklusif

Ingan Ukur Tarigan • Ni Ketut Aryastami
Journal article Buletin Penelitian Sistem Kesehatan • October 2012

Abstract

Latar Belakang: Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan grafi k ibu menyusui yang mengalamipenurunan selama tiga tahun terakhir. Tahun 2006, 64,1% ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, kemudian tahun2007 turun menjadi 62,2%, dan tahun 2008 menjadi 56,2%. Faktor yang menyebabkan pemberian ASI eksklusif tidakoptimal, antara lain karena faktor si ibu sendiri, tenaga kesehatan, dan produsen susu formula. Metode: Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif dengan disain studi kasus, di mana peneliti menggali secara natural tentang pengetahuan,sikap, dan perilaku ibu bayi dalam pemberian ASI Eksklusif. Faktor pemicu (predisposing), faktor pemungkin (enabling)dan faktor penguat (reinforcing) untuk menggambarkan dan memberikan informasi rinci tentang menyusui eksklusif padabayi. Hasil: Hasil penelitian antara lain faktor pemicu dalam pemberian ASI Eksklusif kepada bayi adalah pengetahuan,sikap, dan perilaku ibu, di mana sebagian besar ibu masih belum paham tentang manfaat pemberian ASI Eksklusif. Faktorpekerjaan, pendidikan, dan Balita juga sebagai pemicu untuk terjadinya pemberian ASI Eksklusif kepada bayinya. Faktorpemungkin dalam pemberian ASI Eksklusif adalah Inisiasi Menyusu Dini, tempat melahirkan, dan ketersediaan ruanganuntuk menyusui. Status kesehatan ibu, dukungan keluarga dan petugas yang menolong persalinan sebagai faktor penguatuntuk pemberian ASI Eksklusif kepada bayi. Saran penelitian ini antara lain meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilakuibu dalam pemberian ASI Eksklusif kepada bayi, Kementerian Kesehatan harus mempromosikan tentang ASI Eksklusiflebih intensif, dan membuat pesan dan informasi yang sederhana namun mudah dicerna dan dipahami oleh masyarakat awam; memonitor fasilitas kesehatan dalam mendukung program ASI Eksklusif dan menegakkan disiplin kepada petugaskesehatan yang terlibat mempromosikan susu formula atau makanan padat lainnya dengan sangsi yang tegas. Saran:Kementerian Kesehatan harus menindak tegas Perusahaan yang memproduksi susu formula dan makanan tambahanlainnya yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan; pemerintah menegakkan peraturan tentang penyediaan ruangmenyusui di tempat kerja dan memfasilitasi ketersediaan ruangan menyusui di tempat umum.

Metrics

  • 629 views
  • 2389 downloads

Journal

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletin of Health Systems Research) is an open access, peer... see more