Studi Awal Pemanfaatan Marka Molekuler Rapd untuk Penentuan Kebenaran Tiga Kultivar Nilam

W. Latief • S. Amien
Journal article Bionatura • July 2014

Download full text
(Bahasa Indonesia, 5 pages)

Abstract

Budidaya tanaman nilam yang dilakukan di Indonesiaumumnya menggunakan stek batang sebagai bahan tanam,karena nilam tidak berbunga. Kultur jaringan merupakansalah satu pendekatan metode yang dapat digunakan untukperbanyakan dan pemuliaan tanaman nilam. Perbanyakanmelalui kultur jaringan memungkinkan terjadinyavariabilitas genetik pada planlet yang dihasilkan. Olehkarena itu diperlukan penanda molekuler untuk menentukankebenaran suatu kultivar. Percobaan ini bertujuanuntuk memperoleh sekuen primer yang spesifik untukmasing-masing kultivar nilam. Tahapan percobaanyang dilakukan antara lain sebagai berikut: EkstraksiDNA, Amplifikasi PCR, Elektroforesis, Visualisasi. Padapercobaan ini DNA masing-masing kultivar di uji dengan10 primer RAPD, dan enam kondisi PCR. Pengujian 10primer dengan 6 enam kondisi PCR untuk mendapatkansekuen DNA bagi masing-masing kultivar dan kondisioptimum amplifikasi DNA nilam. Hasil percobaan menunjukkandari 10 primer hanya 2 primer yaitu SW_1 danSW_5 yang menunjukkan hasil amplifikasi untuk kultivarLhoksumawe dan Sidikalang. Ke enam kondisi PCR yangtelah diuji hanya terdapat dua kondisi optimum untukmengamplifikasi DNA nilam yaitu kondisi PCR II untukkultivar Lhoksumawe, dan kondisi PCR III untuk kultivarSidikalang.

Metrics

  • 194 views
  • 369 downloads

Journal

Bionatura

Jurnal Bionatura adalah jurnal multidisiplin berskala nasional dan internasional yang mencakup be... see more