Metrics

  • visibility 178 views
  • get_app 684 downloads
description Journal article public Perkebunan dan Lahan Tropika

Kajian Formulasi Mutan Trichoderma sebagai Kandidat Agens Pengendali Hayati Hawar Beludru Septobasidium pada Lada

Iman Suswanto Suswanto
Published 2014

Abstract

Hawar beludru Septobasidium adalah penyakit utama di sentra lada Kalimantan Barat. Upaya pengendalian penyakit dengan Trichoderma spp. memberikan harapan besar. Trichoderma spp. memiliki keragaman yang tinggi, adaptif terhadap lingkungan ekstrim, mekanisme antagonis bekerja simultan antara antibiosis, hiperparasit dan kompetisi untuk beragam patogen. Media propagasi Trichoderma spp. juga mudah diperoleh dari lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan mengkaji isolat mutan T. harzinum sebagai bahan aktif biofungisida, pembuatan formulasi granuler, kemampuan bertahan dan efektifitas biofungisida di lapangan. Kegiatan meliputi perbanyakan mutan unggul Trichoderma spp isolat Th-E1002, serangkaian uji untuk konfirmasi kemampuan antagonis, degradasi kitin, sporulasi dan pertumbuhan miselium. Pembuatan formulasi granular dengan bahan pembawa seperti tepung beras ketan, bawang putih dan lengkuas. Pengujian kualitas biofungisida melalui aplikasi di lapangan dan kelayakan selama masa penyimpanan. Hasil penelian menunjukkan agens hayati yang baik dapat diperoleh melalui seleksi yang mempertimbangkan berbagai cara kerja agens hayati baik berupa antibiosis, kompetisi maupun hiperparasit. Formulasi biofungisida granuler berbentuk keping berbahan aktif isolat mutan T. harzianum Th-1002 memiliki berat 5 gr, kepadatan konidia 3,5 x 106/keping dan viabilitas konidia mencapai 80%. Masa pakai terbaik dari biofungisida granuler dalam kantung plastik hanya mencapai 1 bulan. Dosis aplikasi 1 tablet/liter digunakan 2-3 kali mampu menghambat Septobsidum spp mencapai 70-80%. Kata kunci: hormon organik, pupuk cair organik, stum mata tidur karet.

Full text

 

Metrics

  • visibility 178 views
  • get_app 684 downloads