Perencanaan dan Model Pendidikan Berbasis Vokasi

James J. R. Sumayku

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

Baik model pendidikan tak terencana maupun terencana (non formal dan formal) maupunmodel perencanaan tertutup maupun terbuka memiliki keuntungan dan kelemahan-masing masing.Bila memilih untuk model pendidikan tentu sebagai pengajar memilih model yang dapatdikembangkan ke depan, atau efektif, ekonomis dan efisien. Rencana pembelajaran tertutup seringmengalami kegagalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Keinginan untuk membuat ketentuanketat dan tidak dapat diubah bersifat mengikat dalam proses pembelajaran sering gagal. Rencanapengajaran terbuka memiliki peluang untuk ditanggapi secara serius oleh pengajar serta diterapkanolehnya. Untuk model perencanaan sebagai pengajar cenderung pada model terbuka. Beberapa halmenyangkut model pendidikan dan perencanaan disimpulkan sebagai berikut : Model pendidikandengan menggabungkan pelaksanaan pendidikan formal dan non formal untuk kondisi sekarang inipada hemat penulis sangat efisien dan sesuai dengan rencana pengembangan pendidikan vokasiuntuk jangka panjang. SMK menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi, dan berfungsi sebagaifasilitator, mediator dan sumber belajar. Kolaborasi yang saling menguntungkan dapat mewujudkanjiwa kewirausahaan yang dikembangkan melalui pendidikan non formal. Kebutuhan pendidikan nonformal yang dalam bentuk teoritis dapat diberikan Pendidikan formal, sebaliknya kebutuhan fasilitaspraktik yang ril maupun instruktur pendidikan formal dapat diperoleh dari lembaga pendidikan nonformal yang umumnya tersedia. Perencanaan pendidikan system terbuka akan sangat membantuSMK berkreasi dan beradaptasi maupun melakukan ekspansi. Pengembangan pendidikan vokasi kedepan dengan melibatkan berbagai pendidikan non formal, yang lebih memasyarakat, mudahdijangkau, sesuai kebutuhan, potensi SDM telah tersedia, berbagai fasilitas praktek sesuai dengankompetensi telah tersedia. Kekurangan yang ada baik fasilitas praktek, pelaksanaan, evaluasi, SDMdapat diperoleh dari SMK formal. Sebaliknya SMK formal dapat mengembangkan kompetensi lainnya,bilamana beberapa lembaga pendidikan formal dengan kompetensi yang sama menunjukkananemo/peminat yang besar. Beberapa siswa berprestasi dan memenuhi syarat boleh memperolehkompetensi SMK, dengan mengikuti validasi mata pelajaran dan menambah mata pelajaran lainnya.Fungsi Pendidikan formal menjadi Pembina, dan turut serta dalam evaluasi. Beberapa syarat yangharus dipenuhi yaitu : Setiap kabupaten kota harus memiliki SMK (pendidikan vokasi) Setiap SMKmelibatkan beberapa pendidikan non formal untuk secara bersama mengembangkan pendidikansesuai kompetensi yang dimilikinya. Pendidikan terbuka relevan dengan pengembangan pendidikanvokasi dimana terdapat hubungan pendidikan formal dan non formal secara berencana danberkesinambungan.

 

Metrics

  • 538 views
  • 181 downloads

Conference

Konvensi Nasional V Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia 2010

Konvensi Nasional V Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia (APTEKINDO) 2010 was a c... see more