Penampilan Galur-galur Kedelai Toleran Naungan di Dua Lingkungan

Titik Sundari
Journal article Buletin Palawija • 2016

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan galur-galur kedelai toleran naungan yang mampu berproduksi tinggi pada lingkungan naungan maupun tanpa naungan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Kendalpayak, Malang, dengan menguji 146 galur dan 5 varietaspembanding pada lingkungan tanpa naungan dan naungan 50%. Lingkungan naungan diperoleh dari naungan buatan menggunakan paranet hitam. Penempatan perlakuan pada masing-masing lingkungan didasarkanpada rancangan acak kelompok diulang tiga kali. Pada setiap unit percobaan, benih kedelai ditanam dua baris dengan panjang 3 m, jarak tanam 40 cm x 15 cm, dua tanaman per rumpun. Pemupukan dilakukan pada saat tanam dengan Urea 50 kg, SP36 100 kg dan KCl 75 kg/ha. Pengukuran tingkat naungan dilakukan setiap hari dengan pembandingkan antara intensitas di bawah naungan dengan luar naungan. Pengamatan intensitas cahaya dilakukan setiap hari pada pukul 12.00–13.00 WIB menggunakan Lux meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan menyebabkan cekaman kekurangan cahaya, masing-masing galur menunjukkan respons berbeda. Terdapat 48 galur dengan nilai ITCsetara atau lebih tinggi dari nilai ITC varietas Dena 1 (0,89) yang tergolong toleran naungan. Galur-galur terpilih tersebut teridentifikasi sebagai galur yang adaptif pada dua lingkungan (tanpa naungan dan naungan). Bobot biji memberikan kontribusi terbesar terhadap tingginya nilai ITC (r=0,83**). Jumlah polong per tanaman merupakan karakter yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap bobot biji (r=0,77**), sedangkan jumlah polong per tanaman ditentukan oleh jumlah buku per tanaman(r=0,54**).

Metrics

  • 30 views
  • 0 downloads

Journal

Buletin Palawija

Buletin Palawija merupakan publikasi yang semula hanya memuat makalah review (tinjauan) hasil pen... see more