Seleksi Galur Kacang Hijau Biji Kecil

Trustinah Trustinah
Journal article Buletin Palawija • 2017

Abstract

Kacang hijau biji kecil biasa digunakan dalam industri kecambah, dan tersedianya varietas unggul kacang hijau biji kecil yang beragam memungkinkan petani untuk memilih varietas yang sesuai untuk dikembangkan di wilayahnya. Seleksi 10 seri persilangan kacang hijau generasi F2-F3-F4 dilakukan di KP Jambegede (Malang) pada tahun 2013-2014. Seleksi dilakukan dengan menggunakan metode pedigree dan SSD. Seleksi didasarkan pada penampilan tanaman di lapang, diantaranya keseragaman, keserempakan masak, letak polong, jumlah polong, dan ukuran biji. Galur-galur bersegregasi F2-F3-F4 kacang hijau yang diseleksi memiliki keragaman untuk umur masak, tinggi tanaman, ukuran biji, dan hasil biji. Persilangan dengan varietas Sampeong menghasilkan keturunan yang memiliki umur masak lebih genjah dari Sampeong dengan ukuran biji kecil hingga sedang, dan keragaan tanaman pendek hingga tinggi tergantung tetua yang digunakan. Dari 12.000 individu F2, terpilih 310 tanaman untuk diseleksi pedigree pada F3, selanjutnya terpilih 62 famili F3, hingga terpilih 8 galur F4. Dari 1280 tanaman F3 hasil SSD pada tanaman F2, terpilih 200 individu untuk digalurkan pada generasi F4, hingga terpilih 67 galur. Galur terpilih terbanyak berasal dari persilangan Vima 1/Sampeong//Vima 1 (20 galur), diikuti MMC 679-3C-GT-1/Sampeong (11 galur), serta Sampeong/MMC 679-3C-GT-1 dan MMC 672-3C-GT-1/Sampeong (masing-masing 10 galur). Hasil biji, jumlah polong, dan tinggi tanaman memiliki koefisien keragaman yang tinggi (28-49%), sedangkan umur berbunga dan umur masak keragamannya dibawah 10%.

Metrics

  • 25 views
  • 0 downloads

Journal

Buletin Palawija

Buletin Palawija merupakan publikasi yang semula hanya memuat makalah review (tinjauan) hasil pen... see more