Formulasi Bahan Pembawa Pupuk Hayati Pelarut Fosfat untuk Kedelai di Tanah Masam

Suryantini Suryantini
Journal article Buletin Palawija • 2016 Indonesia

Abstract

Formula carrier (bahan pembawa) pupuk hayati merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan penggunaan pupuk hayati karena berperan penting dalam menjaga viabilitas dan efektivitas mikroba yang terkandung di dalamnya. Penelitian bertujuan untukmendapatkan satu formula bahan pembawa pupuk hayati bakteri pelarut fosfat yang mampu meningkatkan produktivitas kedelai dan menghemat penggunaan pupuk kimia di lahan masam. Penelitian dilaksanakan di laboratorium, rumah kaca dan lapangan (lahan kering masam Lampung Timur) pada MH 2012. Formula pupuk hayati yang diuji merupakan multi isolat bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas sp.) yang dikombinasi dengan beberapabahan pembawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan viabilitas bakteri dari yang tertinggi berturut-turut, yaitu gambut + dolomit + arang> bokashi + dolomit> bokashi + dolomit + arang> gambut + dolomit> bokashi>gambut. Di lapangan, formula gambut + dolomit + arang memberikan peningkatan hasil kedelai setara dengan perlakuan amelioran dolomit 800 kg/ha dan bila dikombinasi dengan amelioran dolomit pada dosis yang sama maka diperoleh peningkatan hasil 64% (0,39 t/ha) dibanding hasil pada perlakuan tanpa dolomit. Formula tersebut bila dikombinasi dengan pemupukan100 kg SP36/ha memberikan hasil setara dengan pemupukan 200 kg SP36/ha, sedangkan kombinasinya dengan pemupukan 200 kg SP36/ha mampu meningkatkan hasil 163% (0,7 t/ha) dibanding hasil perlakuan kontrol (tanpa pupuk P).

Metrics

  • 19 views
  • 0 downloads

Journal

Buletin Palawija

Buletin Palawija merupakan publikasi yang semula hanya memuat makalah review (tinjauan) hasil pen... see more