Analisis Putusan Hakim Kasasi terhadap Pengabaian Surat Perdamaian antara Terdakwa dengan Korban dalam Perkara Eksploitasi Seksual Anak (Putusan Mahkamah Agung Nomor : 190 K/pid.sus/2007)

Rene Anggara, Yupie Cahya B, Prigel Wahyu Cahyono
Journal article Serambi Hukum • January 2015 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 15 pages)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengajuan kasasi oleh terdakwa atas dasar diabaikannya surat perdamaian dari korban oleh hakim pengadilan negeri Jambi dalam perkara eksploitasi seksual anak dalam putusan mahkamah agung nomor 190 K/Pid.Sus/2007. Adapun kajian selanjutnya adalah untuk mengetahui bagaimanakah kesesuaian pengajuan kasasi oleh Terdakwa sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 253 KUHAP. Adapun kajian selanjutnya mengenai dasar pertimbangan Hakim Mahkamah Agung dalam memeriksa dan memutus pengajuan kasasi sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 253 KUHAP.Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normative atau biasa juga disebut penelitian hukum doctrinal. Penelitian ini preskriptif dan terapan.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer yaitu peraturan Perundang-undangan dan putusan Hakim serta bahan hukum sekunder yaitu tentang buku-buku teks yang ditulis oleh para pakar hukum dan jurnal-jurnal hukum yang berkaitan dengan penulisan hukum ini. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan bahan hukum yaitu studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis bahan hukum dengan metode deduksi silogisme. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menghasilkan suatu simpulan. Yang pertama bahwa salah dan tidak dibenarkan apabila Hakim Judex Factie mengabaikan surat perdamaian dari korban yang seharusnya menjadi pertimbangan Judex Factie untuk meringankan perbuatan Terdakwa bilamana terbukti bersalah melakukan perbuatan pidana. Maka, benar apabila Terdakwa menjadikan pengabaian surat perdamaian dari korban oleh Hakim Pengadilan Negeri Jambi sebagai alasan hukum dalam mengajukan permohonan Kasasi karena Judex Factie telah salah dalam menerapkan hukum. Alasan yang digunakan oleh Terdakwa tersebut telah sesuai dengan ketentuan pasal 253 ayat (1) KUHAP yang mengatur secara limitative alasan-alasan pengajuan kasasi. Kedua, Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung dalam memeriksa dan memutus pengajuan kasasi atas dasar diabaikannya surat perdamaian dari korban oleh Hakim Pengadilan Negeri Jambi dalam perkara eksploitasi seksual anak telah sesuai dengan ketentuan Pasal 253 KUHAP yang mengatur secara limitative alasan-alasan pengajuan Kasasi. Oleh karena itu, Hakim Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi dari Terdakwa. Kata Kunci : Kasasi, Pertimbangan Hakim, Eksploitasi seksual Anak Kata Kunci : Kasasi, Pertimbangan Hakim, Eksploitasi seksual Anak

Metrics

  • 382 views
  • 331 downloads

Journal

Serambi Hukum

Jurnal Serambi Hukum berisi hasil laporan penelitian, baik penelitian dasar, terapan maupun penel... see more