Pencegahan dan Perlindungan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Ditinjau dari Segi Viktimologi dan Studi Kasus Berupa Perlindungan Korban Kekerasan dalam Rumah Tanggadi Kota Surakarta

Astari Ummy Farieda Denaldy Oktavian Noor Rizki Ratna Purwaningsih
Journal article Serambi Hukum • July 2015

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

Banyak kehidupan berumah tangga yang gagal dan tidak selalu berjalan dengan harmonis, bahkan jug asering terjadi kekerasan fisik maupun psikis. Maka pemerintah bertindak cepat dengan mengeluarkan Undang – Undang 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yang menyatakan bahwa setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Kekerasan yang terjadidalam rumah tangga dapat terjadi oleh siapa saja, baik suami, istri, maupun anak. Oleh sebab itu khususnya aparat penegak hukum hendaknya tidak mengesampingkan suatu tindak kekerasan dalam rumahtangga yang dilaporkan kepada aparat penegak hukum dengan tidak merespon apabila ada laporan-laporan kekerasan yang terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, korban seharusnya berinisiatif untuk segera melaporkan tindak KDRT yang dialaminya, untuk menghindari terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga, makadiperlukan adanya saling keterbukaan satu sama lain, adanya perlindungan sertadukungan kepada korban kekerasan akan membantu korban lepas dari trauma yang berkepanjangan, dan aparat penegak hukum perlu memberikan perlindungan dan pelayanan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh korban.

Metrics

  • 260 views
  • 623 downloads

Journal

Serambi Hukum

Jurnal Serambi Hukum berisi hasil laporan penelitian, baik penelitian dasar, terapan maupun penel... see more