Kedudukan Manusia di Dunia (Perspektif Filsafat Pendidikan Islam)

Nuryamin Nuryamin
Journal article Al-Ta'dib • June 2017

Download full text
(Bahasa Indonesia, 18 pages)

Abstract

Manusia memiliki daya-daya untuk melaksanakan fungsinya, baik sebagai ‘abdi (mu'abbid), khalifah fi al-ardh, maupun immarah fi al-ardh. Sebagai Mu'abbid, manusia dituntut tidak hanya semata-mata dalam konteks ibadah wajib seperti shalat, puasa, zakat, dan lain sebagainya, tetapi juga segala sesuatu aktivitas yang bernilai baik dalam kehidupannya yang dilakukan dengan tujuan pendekatan diri pada penciptanya, Tuhan. Baik sebagai mu'abbid, maupun sebagai khalifah dituntut untuk merefleksikan sifat-sifat Tuhan ke dalam dirinya dan menjadikan sifat-sifat itu aktual dalam berbagai tindakannya. Pengupayaan sifat-sifat Tuhan ini merupakan suatu keniscayaan dalam pembentukan humanitas manusia muslim sebagai potret dan lambang kebaikan dan kebajikan yang mesti selalu ditiru dan diupayakan agar nantinya menjadi sikap diri menuju aktualisasi diri. Ia bertugas untuk menata dunia sedemikian rupa sehingga dapat menjadikan manusia hidup sejahtera, damai, sentosa dan bahagia.

Metrics

  • 1704 views
  • 156 downloads

Journal

Al-Ta'dib

Al-Ta'dib journal published original research articles in the field of Islamic education. The jou... see more