Formulasi Antifungal Kombinasi dari Ekstrak Limbah Mangga dengan Pengawet Makanan Komersial untuk Preservasi Buah Mangga

Sukasih, Stp, Msi, Ermi • Nfn Setyadjit

Download full text
(Bahasa Indonesia, 13 pages)

Abstract

Limbah hortikultura berpotensi untuk dijadikan bahan antifungal. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak kulit mangga dengan pelarut etil asetat yang dievaporasi hingga menjadi ekstrak kental secara single mampu menghambat khamir Rhodotorula sp., mencapai 31 mm zona dimana nilai ini lebih besar dari benomyl 500 ppm yang hanya 10 mm. Untuk memperluas spektrum daya hambat, perlu dilakukan formulasi dengan bahan lain. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi ekstrak biji atau kulit mangga dengan pengawet makanan komersial (natrium metabisulfit, kalium sorbat dan natrium benzoat) untuk menghasilkan pengawet yang berspektrum tinggi untuk preservasi buah mangga. Formulasi dilakukan melalui beberapa tahapan untuk menghasilkan konsentrasi dan perbandingan yang tepat. Formula antifungal terbaik berdasarkan uji plate adalah campuran dari ekstrak biji mangga : kalium sorbat 5% (75%:25%) dengan pengenceran 25%. Antifungal ini mampu menghambat kapang dan khamir Perusak mangga sebagai berikut: Rhodotorulla sp. sebesar 47,2 mm, Penicillium sp. 41,3 mm, Fusarium sp. 43,6 mm dan Aspergillus Niger sebesar 18,2 mm. Aplikasi pada buah mangga melalui penyemprotan menunjukkan hasil 0,2 skor kerusakan dan 2,7% susut bobot lebih baik dibanding kontrol pada penyimpanan hari ke-14 pada suhu 20oC±2oC

Metrics

  • 165 views
  • 174 downloads

Journal

Indonesian Journal of Agricultural Postharvest Research

The Indonesian Journal of Agricultural Postharvest Research (Jurnal Penelitian Pascapanen Pertani... see more