Inflementasi Kurikulum Satuan Pendidikan dalam Menumbuhkembangkan Kecerdasan Majemuk (Multiplate Intelligence)

Lely Halimah
Journal article Eduhumaniora • January 2010

Download full text
(Bahasa Indonesia, 17 pages)

Abstract

Teori kecerdasan majemuk ini, merupakan salah satu teori yang saat ini sedang menjadi perhatian semua kalangan, lebih-lebih para orang tua dan para pendidik tampaknya begitu antusias untuk mendalaminya bahkan untuk menerapkannya dalam rangka menumbuhkembangkan kecerdasan anak. Mengacu pada teori kecerdasan majemuk, bahwa sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas. Inilah paradigma baru pendidikan yang sedang berkembang di dunia. Menurut Dr Thomas Amstrong, pakar pendidikan dari Amerika setiap anak dilahirkan dengan membawa potensi yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Sifat yang menjadi bawaan itu antara lain adanya keingintahuan, daya eksplorasi terhadap lingkungan, spontanitas, vitalitas, dan fleksibilitas. Setiap individu memiliki delapan kecerdasan, yang meliputi : (1) Linguistic intelligence (word smart); (2) Logical-mathematical intelligence (number/reasoning smart); (3) Spatial intelligence (picture smart); (4) Bodily-Kinesthetic intelligence (body smart); (5) Musical intelligence (music smart); (6) Interpersonal intelligence (people smart); (7) Intrapersonal intelligence (self smart). Dari ketujuh kecerdasan sebagaimana dikemukakan di atas, pada dasarnya setiap kecerdasan memiliki keunikan masing-masing. Menurut Gardner bahwa setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Tetapi pada saat mengeluarkannya, ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan

Metrics

  • 93 views
  • 208 downloads

Journal

Eduhumaniora

Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes articles relating to elementary... see more