Pengembangan Model Pembinaan Profesionalisasi Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar melalui Lesson Study Berbasis Kelompok Kerja Guru

Indra Safari
Journal article Eduhumaniora • January 2011

Download full text
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstract

Lesson study dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, observasi, dan refleksi. Lesson study adalah salah satu bentuk pembinaan guru (in-service) yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru yang pelaksanaannya dapat berbasis sekolah maupun MGMP/KKG. Mengingat lesson study adalah suatu model pembinaan profesi guru yang baru diimplementasikan di KKG/MGMP. Secara khusus ada beberapa tujuan penelitian sehubungan dengan permasalahan penelitian, antara lain sebagai berikut: 1) Mengembangkan model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani SD melalui lesson studi yang berbasis KKG yang meliputi: desain perencanaan, implementasi, dan evaluasi hasil model pembinaan. 2) Menyusun program model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani SD melalui lesson study berbasis KKG, terutama dalam hal: menyusun program perencanaan, pedoman pelaksanaan, dan pedoman penilaian, dan 3) Mengetahui keunggulan dan kelemahan pengembangan model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani melalui lesson study berbasis kelompok kerja guru baik dari segi perencanaan model pembinaan, pelaksanaan model pembinaan maupun penilaian model pembinaan. Kesimpulan kegiatan Lesson Study materi melompat ini dapat tergambar menjadi : 1) Untuk lebih mengetahui perencanaan dalam upaya meningkatkan penguasaan keterampilan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok pada siswa SDN Salamjajar Kecamatan Cisitu maka rancangan pembelajaran dikemas dalam bentuk kegiatan lompat kardus dan papan kayu dengan berbagai macam variasi bentuk atau formasi kegiatan. 2) Pelaksanaan proses pembelajaran lesson study untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok dilaksanakan melalui kegiatan lompat kardus, juga diberi tambahan papan kayu sebagai landasan untuk melakukan tolakan. Apabila masih belum berhasil juga maka proses pembelajaran dilaksanakan dengan bentuk permainan berpos, yang terdiri dari empat pos. 3) Hambatan-hambatan yang ditemui selama proses pembelajaran lesson study materi lompat jauh gaya jongkok melalui kegiatan lompat kardus dan papan kayu, hanya terdapat hambatan kecil yang tidak berarti, seperti kardus banyak yang rusak karena terinjak. 4) Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dilakukan dalam bentuk tes keterampilan proses berdasarkan deskriptor yang telah disusun, dan tes keterampilan produk pada pertemuan terakhir.

Metrics

  • 96 views
  • 84 downloads

Journal

Eduhumaniora

Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes articles relating to elementary... see more