Tekologi DNA antara Bioetika, Kepentigan, dan Keselamatan Umat Manusia

Harun Rasyid
Journal article Bestari • 2003

Download full text
(Bahasa Indonesia, 13 pages)

Abstract

Berapa banyak peghematan yang dapat dilakukan dengan teknologi kloning sebagai bagian dari kemajuan teknologi DNA.Penelitian khasiat obat dengan hewan hasil kloning sama persis,misalnya,akan menyederhanakan variabel dan memudahkan keberhasilan eksperimen.Atau proses tranpalantasi (pencangkokan) yang tak akan ditolak oleh sistem kekebalan tubuh karena identiknya jaringan atau organ tubuh.Sebagaimana dengan teknologi baru,perkembangan dalam teknologi DNA memiliki konotasi tersirat yang bersifat etis.Memperoleh peta komplet dari genom manusia misalnya, akan membuak pintu untuk kemajuan nyata dalam terapi gen.Pertimbangan etika,seperti juga kekhawatiran tentang potensi bahaya bagi lingkungan dan kesehatan,sepertinya akan memperlambat penggunaan produk bioteknologi baru.Selalu ada ancaman bahwa terlalu banyak aturan akan memadamkan penelitian dasar dan manfaat potensialnya.Akan tetapi,keampuhan rekayasa genetik,kemampuan kita untuk secara nyata dan cepat mengubah spesies yang telah berevolusi selama berabad-abad.Membutuhkan kerendahan hati dan kehati-hatian kita dalam membuat kemajuan.Pengetahuan teknologi DNA,termasuk juga rekayasanya,harus digunakan sebagai sarana memperkokoh keimanan kepada ALLAH,yang berarti bukan lagi seorang ilmuwan harus berpegang pada paradigma science for science tetapi mesti berpijak pada khittah:science for progressing human belief to ALLAH.Teknologi DNA termasuk rekayasa genetika terhadap manusia boleh dilakukan untuk emergensi (dlarury-necessity),dan untuk memenuhi kebutuhan primer (bajiy-need),tidak boleh dilakukan untuk kepentingan kosmetic (tabsiny).

Metrics

  • 113 views
  • 1825 downloads

Journal

Bestari

Bestari is an open access, peer-reviewed journal that publishes original research and literature ... see more