Konsentrasi Merkuri (Hg) Dalam Tanah Dan Jaringan Tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans) Yang Diberi Bokashi Kirinyu (Chromolaena Odorata L.) Pada Limbah Tailing Penambangan Emas Poboya Kota Palu

Zulfikah Z. • Muhammad Basir • Isrun B.
Journal article Agrotekbis • 2014

Download full text
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstract

Merkuri merupakan logam berat bahan pencemar yang paling berbahaya. Salah atu sumber pencemaran unsur merkuri dalam tanah dapat berasal dari penambangan. Pembuangan tailinglangsung ke tanah tanpa perlakuan menyebabkan tanah tercemar sehingga terjadi akumulasi dalam tanah bahkan pada tanaman yang berada di sekitarnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Merkuri (Hg) dalam tanah dan jaringan tanaman kangkung (Ipomoea reptans) akibat pemberian bokashi kirinyu (Chromolaena odorata L.) pada limbah tailing penambangan emas Poboya Kota Palu.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dosis yaitu: kontrol (tanpa bokashi), bokashi dengan dosis 10 t ha-1, bokashi dengan dosis 20 t ha-1, bokashi dengan dosis 30 t ha-1, bokashi dengan dosis 40 t ha-1, bokashi dengan dosis 50 t ha-1, dan bokashi dengan dosis 60 t ha-1, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri pada limbah tailing tergolong kritis atau sangat tinggi yaitu 621,37 ppm. Konsentrasi normal merkuri dalam tanah 0,03 ppm dan konsentrasi kritis 0,3-0,5 ppm. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, dengan pemberian bokashi kirinyu pada Limbah Tailing berpengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi merkuri dalam tanah dan jaringan tanaman serta reaksi tanah atau pH tanah, C-Organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).

Metrics

  • 120 views
  • 210 downloads

Journal

Agrotekbis

Agrotekbis merupakan jurnal bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibi... see more