Demokrasi ke Monarkhi: suatu Kritik Kemunduran Sistem Pemerintahan Islam

Ishomuddin Ishomuddin
Journal article Bestari • 1996

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Sepeninggal Nabi, kedudukannya sebagai kepala negara yang baru saja di bentuknya digantikan oleh para sahabatnya, khulafa' Al Arrasyidin. Meskipun Nabi SAW, tidak meninggalkan wasiat tentang mekanisme penggantian dirinya, namun generasi pertama para sahabat Nabi dapat melaksanakannya secara demokratis. Sehingga mulai dari Nabi hingga empat khalifah sesudahnya, pemerintahan islam dapat dikatakan bercorak demokrasi. Kekalahan ali atas Muawiyah dalam pertikaian politik yang berkepanjangan telah mengantarkan Muawiyah pada tangga kekuasaan tertinggi. Pada Muawiyah inilah corak pemerintahan Islam mulai berubah dari Demokrasi ke Monarkhi, inilah yang hendak diuraikan dalam tulisan ini.

Metrics

  • 80 views
  • 28 downloads

Journal

Bestari

Bestari is an open access, peer-reviewed journal that publishes original research and literature ... see more