Kosmologi Kematian dalam Kumpulan Sajak Cahaya Maha Cahaya Karya Emha Ainun Nadjib (Kajian Sufisme Siti Jenar)

Toriq Fahmi
Journal article Bapala • 2017

Download full text
(Bahasa Indonesia, 18 pages)

Abstract

Kosmologi kematian merupakan gagasan kesufian dari Siti Jenar.Menurut Siti Jenar kehidupan manusia di alam semesta berarti kematian. Sesungguhnya manusia di dunia ini berada dalam alam kematian sebab ia mengalami banyak neraka kesengsaraan. Tidak demikian jika manusia hidup di alam yang nyata sesudah manusia mengalami kematian karena pada hakikatnya tubuh adalah penjara bagi ruh, diluar itu ruh adalah bentuk dari kesejatian manusia. Gagasan tersebut dirincikan menjadi dua pembahasan (1) Kematian Makrokosmos yang merupakan representasi dari alam semesta adalah alam kematian manusia  dan kehidupan sandiwara. (2) Kematian Mikrokosamos yang merupakan representasi dari alam indrawi sebagai wadah hawa nafsu dan  kematian diri sebagai kesejatian manusia. Kedua gagasan Siti Jenar tersebut diaplikasikan sebagai kajian teori untuk menganalisis kumpulan sajak Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib yang serat akan makna-makna kosmologi kematian. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yakni (1) Bagaimana gagasan kematian Makrokosmos dalam kumpulan sajak Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib? (2) Bagaimana gagasan kematian Mikrokosmos dalam kumpulan sajak Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib?. Sesuai rumusan masalah tersebut, tujuan yang ingin dicapai ialah mendiskripsikan (1) Gagasan kematian Makrokosmos dalam kumpulan sajak Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib, (2) Gagasan kematian Mikrokosmos dalam kumpulan sajak Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib.Penelitian yang dilakukan mengunakan pendekatan Hermeneutik sebagai metode untuk menafsirkan gagasan-gagasan kesufian Emha mengenai kosmologi kematian dalam kumpulan sajak Cahaya Maha Cahaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka.Teknik ini dilakukan dengan cara menemukan segala sumber yang berkaitan dengan objek dalam penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskripsi analitik. Teknik ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan bentuk-bentuk kosmologi kematian dalam kumpulan sajak dan kemudian menganalisisnya.Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa kumpulan sajak Cahaya Maha Cahaya memiliki dua pokok pembahasan yaitu (1) Kematian Makrokosmos,dan (2) kematian Mikrokosmos.Pada pembahanKematian Makrokosmos terbagi lagi menjadi dua pembahasan yaitu (1) Alam semesta sebagai alammanusia, dan (2) Sandiwara alam semesta sebagai cobaan bagi manusia. Sedangkan pada pembahasan tentang Mikrokosmos juga terbagi menjadi dua pembahasan yaitu (1) Alam indrawi sebagai wadah hawa nafsu, dan (2) Jalan kematian sebagai kesejatian manusia

Metrics

  • 150 views
  • 261 downloads

Journal

Bapala

Bapala merupakan jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa da... see more