Postkolonialisme Dalam Novel Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer: Catatan Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer

Ahmad Juman Rujhan
Journal article Bapala • 2017 Indonesia

Download full text

Abstract

Perjalanan bangsa ini secara tidak langsung dipengaruhi oleh warisan penjajah, bahkan warisan ini berbekas dan mengendap di setiap individu rakyat Indonesia yang dampaknya masih terasa hingga saat ini di era globalisasi. Banyak sastrawan yang merupakan saksi hidup di era kolonialisme Belanda dan Jepang, satu diantaranya adalah Alm. Pramoedya Ananta Toer dan banyak karyanya yang terpengaruh kolonialisme Bangsa Penjajah. Oleh karena itu penelitian ini dilatarbelakangi fenomena sosial yang ada dan menimbang sastrawan yang terinspirasi dari era kolonialisme. Rumusan masalah penelitian ini ada tiga yakni; (1) Bagaimana bentuk penindasan bangsa penjajah terhadap bangsa terjajah (2) Bagaimana bentuk dominasi laki-laki atas perempuan (3) Bagaimana pandangan bangsa penjajah dan terjajah dalam novel “Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Catatan Pulau Buru” karya Pramoedya Ananta Toer? Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dalam menganalisis karya sastra yang dimaksud. Sumber data yang digunakan adalah novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Catatan Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan catat dalam mengumpulkan data dan menggunakan teknik deskriptif analisis dalam menganalisis data yang ada. Penelitian ini menggunakan teori postkolonialisme sebagai alat bedah analisis, yang di dalamnya digunakan konsep-konsep bentuk penindasan, bentuk dominasi, dan pandangan Bangsa Penjajah dan Terjajah. Bentuk penindasan dalam novel ini diklasifikasikan menjadi dua penindasan yang dilakukan secara fisik dan penindasan mental. Bentuk dominasi yang diteliti adalah dominasi laki-laki terhadap perempuan. Hal ini dilakukan dengan kebijakan-kebijakan Bangsa Penjajah yang membuat Bangsa Terjajah (lebih banyak merujuk pada perempuan remaja yang menjadi korban keganasan Balatentara Jepang) menjadi pihak yang tertindas atau resesif didominasi oleh kekuatan Bangsa Jepang sebagai Bangsa Penjajah dan kelemahan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Terjajah. Sedangkan bentuk pandangan Bangsa Terjajah tersurat dan tersirat dalam pembentukan citra diri yang mengadopsi Bangsa Penjajah berupa Pencampuran (Hibriditas), keterasingan (diaspora), peniruan (mimikri), dan keraguan (ambivalensi). Kata kunci: Postkolonialisme, Penjajah, Terjajah, Penindasan, Dominasi

Metrics

  • 357 views
  • 211 downloads

Journal

Bapala

Bapala merupakan jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa da... see more