Tingkat Literasi Media Masyarakat Di Wilayah Perbatasan Papua

Christiany Juditha
Journal article Journal Communication Spectrum • January 2013 Guinea • Indonesia • Papua New Guinea

Abstract

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 mengamanatkan bahwa masyarakat informasi Indonesia diproyeksikan terwujud pada 2015-2019. Untuk mencapai sasaran tersebut, ketersediaan infrastruktur informasi yang memadai, baik jumlah akses, kapasitas, kualitas, maupun jangkauan, merupakan syarat utama dan harus dimanfaatkan secara optimal. Kenyataan yang ada saat ini disparitas ketersediaan infrastruktur di wilayah perbatasan Papua-Papua New Guinea masih besar. Begitu pula dengan tingkat melek/literasi media di wilayah perbatasan relatif masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang literasi media TIK masyarakat di wilayah perbatasan Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sangat literat terhadap media televisi. Bahkan televisi telah menjadi media utama bagi masyarakat di wilayah perbatasan Papua. Media kedua adalah telepon selular. Mayoritas responden sangat melek teknologi ini meski kebanyakan sebatas menelepon dan ber-SMS saja. Sementara untuk internet dan radio merupakan media yang paling sedikit dan jarang dimanfaatkan responden karena infrastruktur jaringan internet yang Belum memadai dan tidak memiliki radio untuk dimanfaatkan sebagai media informasi dan hiburan. Kata Kunci: literasi, media, TIK, perbatasan, Papua The National Long-Term Development Plan 2005-2025 mandates that public information Indonesia is projected to materialize in 2015-2019. To achieve these objectives, the availability of adequate information infrastructure, access, capacity, quality, and range, is a major requirement and must be used optimally. The fact that there is currently disparities availability of infrastructure in the border region of Papua-New Guinea is still great. Similarly, the level of media literacy in the border region is still low. This study aimed to get an overview of the ICT media literacy communities in the border region of Papua.The method used in this study is a survey with a quantitative approach. The results show that the public is very literate of the television. Even television has become the primary means for the people in the border region of Papua. The second medium is a mobile phone. The majority of respondents highly literate this technology though just to call and SMS. While the internet and radio is the most little and rarely utilized respondents as the internet network infrastructure is not adequate and does not have a radio to be used as a medium of information and entertainment.

Metrics

  • 58 views
  • 953 downloads

Journal

Journal Communication Spectrum

Journal Communication Spectrum diterbitkan dua kali setahun oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, F... see more