Journal article // Agrotekbis






Analisis Nilai Tambah Kopi Jahe pada Industri Sal-han di Kota Palu
2013
Zulkarnain A., Arifuddin Lamusa, Dance Tangkesalu

Metrics

  • Eye Icon 137 views
  • Download Icon 257 downloads
Metrics Icon 137 views  //  257 downloads
Abstract

Tingginya nilai tambah yang diperoleh para pelaku USAha agroindustri memicu persaingan yang semakin meningkat, baik dalam memperoleh bahan baku maupun pemasaran produk olahan. Peranan agroindustri dalam upaya mempertahankan produk primer menjadi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah sangat diperlukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkn nilai tambah adalah pengolahan biji kopi kering menjadi kopi jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah biji kopi kering yang diperoleh Perusahaan setelah diolah menjadi kopi jahe pada industri Sal-Han di Kota Palu. Responden dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang teridiri dari 1 orang pimpinan industri dan 3 orang karyawan dengan spesialisasi kerja tertentu. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Nilai Tambah menurut Metode Hayami. Hasil penelitian ini adalah nilai tambah merupakan selisih antara nilai output, sumbangan input lain dan harga bahan baku. Nilai tambah yang dihasilhan oleh industri Sal-Han sebesar Rp. 61.661,11 per kilogram, nilai output yang dihasilkan sebesar Rp 90.000,00, dan nilai sumbangan input lain sebesar Rp 8.338,89. Rasio nilai tambah merupakan persentase antara nilai tambah dengan nilai output. Besarnya rasio nilai tambah pada industri Sal-Han sebesar 68,51%, hal ini menunjukan bahwa dari setiap Rp 100 nilai produk kopi jahe akan diperoleh nilai tambah sebesar Rp. 68,51

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 137 views
  • Download Icon 257 downloads
Metrics Icon 137 views  //  257 downloads