Makna Simbolik Art Glasses Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya

Agusta Pambayun S.
Journal article Jurnal Seni Rupa • 2014 Indonesia • Netherlands

Download full text
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstract

Gereja kelahiran santa perawan maria yang terletak di Jl. Kepanjen Surabaya merupakan salah satu gereja tertua yang berdiri di Indonesia. Gereja ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang di jadikan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya. Gereja ini mempunyai nilai sejarah dan seni yang sangat tinggi, salah satunya adalah hiasan Art Glasses yang berada di gereja. Penelitian ini bertujuan menjelaskan sejarah secara singkat Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria dan makna simbolik Art Glasses yang ada di gereja tersebut. Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria pertama di Surabaya bergaya Eropa yang terletak dipojok jalan Kepanjen dan Kebonrojo ini pada awalnya didirikan oles dua orang pastor pada tanggal 12 Juli 1810, Hendricus Waanders dan Phillipus Wedding yang datang dari Belanda. Namun belakangan gereja Katolik pertama ini dipindah ke gedung baru di sebelah utaranya, tepatnya di jalan Kepanjen Kelurahan Krembangan Selatan di wilayah Surabaya Utara. Hal ini dikarenakan gereja yang lama rusak. Pada tahun 1867, bangunan gereja ini mengalami retak-retak akibat gempa bumi, sehingga tanggal 4 April 1899 dibangunlah gereja baru di sana dengan arsitek W. Weestmas. Dibangun di atas pondasi berjumlah 799 buah kayu galam yang didatangkan dari Kalimantan dan perletakan batu pertama gereja ini pada tanggal 19 Agustus 1899. Art Glasses  yang berada di Gereja ini sengaja di buat untuk menghiasi gereja dan memberikan pesan singkat kepada umat nasrani yang beribadah di gereja ini. Beberapa kutipan-kutipan cerita yang diringkas kemudian disimbolkan menjadi suatu gambaran. Gambaran yang ditampakkan dalam Art Glasses  sangatlah bermakna tinggi bagi umat kristiani, karena tidak semua umat kristiani bisa menghadiri “misa agama” (beribadah bersama) maka di buatlah Art Glasses  sesuai dengan tema yang akan dimunculkan sebagai teguran atau sapaan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Metode Penelitian Kualitatif yang bertujuan bisa mendapatkan data-data secara menyeluruh atau selengkap mungkin, dengan cara Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara terhadap beberapa pengurus Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria yang di jadikan sebagai objek penelitian, teknik Analisi datanya meliputi Reduksi data, Sajian data, dan Verivikasi data. Kata Kunci : Filosofi Gereja, Makna Simbolik, Art Glasses. The birth of the Blessed Virgin Mary Church located at Jl. Kepanjen Surabaya is one of the oldest standing church in Indonesia. This church is one of the historic buildings in use as a cultural heritage by the government of Surabaya. This church has a historical value and high art, one of which is the ornate Art Glasses that are in the church. This study aims to explain briefly the history of the Church of the Nativity of the Blessed Virgin Mary and Art Glasses symbolic meanings that exist in the church. Catholic Church Nativity of the Blessed Virgin Mary in Surabaya European style located Kepanjen and Kebonrojo street corner was originally established topical two pastors on July 12, 1810, Hendricus Waanders and Phillipus Wedding coming from the Netherlands. But lately the first Catholic church was moved to a new building to the north, precisely in the way Kepanjen Krembangan Village South in North Surabaya. This is because the old church damaged. In 1867, the church building suffered cracked by the earthquake, so dated 4 April 1899 a new church was built there by the architect W. Weestmas. Built on a foundation of 799 numbered pieces Galam wood imported from Borneo and the placement of this first stone church on August 19, 1899. Art Glasses who are in the church is intentionally made ​​to decorate the church and gave a short message to the Christians who worship in this church. Some excerpts are summarized later symbolized story into a picture. Picture that is displayed in the Art Glasses is significantly higher for Christians, because not all Christians can attend "religious service" (worship together) then make Art Glasses accordance with the theme that will appear as a warning or greeting. In this study, researchers using Qualitative Research Methods which aims to get the data as a whole or as complete as possible, by means of observation, documentation, and interviews on some board Church of the Nativity of the Blessed Virgin Mary in use as the research object, the data Analysis techniques include data reduction , Serving Data, and Data Verification. Keywords: Philosophy of the Church, Symbolic Meanings, Art Glasses

Metrics

  • 135 views
  • 52 downloads

Journal

Jurnal Seni Rupa

Jurnal Seni Rupa is an online journal of the undergraduate study program from the Fine Arts Educa... see more