Penerapan Konseling Gestalt dengan Menggunakan Teknik Pembalikan untuk Meningkatkan Intensitas dalam Interaksi Belajar Siswa di Kelas Viii.d SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014

Ketut Juni Herna • M. Erg Dra Ni Nengah Madri Antari • Prof Nyoman Dantes

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan konseling gestal teknik pembalikan dapat meningkatkan intensitas dalam interaksi belajar siswa di kelas VIII.D SMP Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014. Tipe penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling (Action Research) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah t-test non parametrik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.D SMP Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014. Untuk pengambilan sampel, teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Jenis data yang dikumpulkan adalah kualitatif dan kuantitatif yaitu data tentang peningkatan intensitas dalam interaksi belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuisioner intensitas dalam interaksi belajar pola Likert sebagai tes awal (pretest) dan menggunakan instrumen penilaian rubrik sebagai tes awal dan evaluasi atau tes akhir (posttest). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, evaluasi, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan intensitas dalam interaksi belajar siswa setelah diberikan tindakan. Peningkatan skor intensitas dalam interaksi belajar yaitu dari 13,6 menjadi skor 20,3 skor peningkatannya pada siklus I adalah 6,7 sedangkan pada siklus II skor peningkatan intensitas dalam interaksi belajar yaitu dari 20,3 menjadi 27,03 dan peningkatannya adalah 7,03. Apabila dihitung dari data awal menuju ke siklus II maka terdapat peningkatan dengan skor 14. Apabila dipresentasekan peningkatan pada siklus I yaitu dari presentase 55% menjadi 74,16% peningkatannya sebesar 19,16%, Sedangkan pada siklus II dari 74,16% menjadi 90,66 peningkatannya 16,5. Dari hasil analisis uji hipotesis menggunakan analisi deskriptif t-tes non parametric didapat t-tabel sebesar 1,86 sedangkan t-tesnya sebesar (-152) dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa to < ttab jadi hasil tidak signifikan, Ho diterima Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling gestal dengan menggunakan teknik pembalikan terbukti efektif untuk meningkatkan intensitas dalam interaksi belajar sehingga “Penerapan konseling gestal dengan menggunakan teknik pembalikan dapat meningkatkan intensitas dalam interaksi belajar siswa di kelas VIII.D SMP Negeri 3 Singaraja”.Kata Kunci : Konseling Gestalt, Tehnik Pembalikan, Intensitas Dalam Interaksi Belajar This study aims to determine whether the use of counseling gestalt reversal technique can increase the intensity of the interaction of student learning in the classroom VIII.D SMP Negeri 3 Singaraja academic year 2013/2014. This type of research is the study counseling action (Action Research) with a research design that is used non-parametric t-test. The subjects were VIII.D grade students of SMP Negeri 3 Singaraja academic year 2013/2014. For sampling, the technique used is purposive sampling. The type of data that is collected qualitative and quantitative data on the increase in intensity is in the learning interaction. The data was collected using a questionnaire instrument intensity interaction Likert learning patterns as the initial test (pretest) and using rubric as assessment tool and evaluation of the initial test or final test (posttest). The study was conducted in two cycles, and each cycle consisting of planning, action, evaluation, reflection. The results showed an increase in the intensity of the interaction of student learning after the given action. Increased intensity scores in the study, namely the interaction of 13,6 into a 20,3 score, score improvement in the first cycle was 6,7 while in the second cycle scores increased intensity in the interaction of learning ie 20.3 becomes 27.03 and the increase is 7.03 . When calculated from the initial data leading to the second cycle there is an increase by a score of 14. Dipresentasekan If an increase in the percentage of first cycle ie from 55% to 74.16% increase of 19.16%, while the second cycle of 74.16% to 90 , 66 the increase is 16.5. From the analysis of hypothesis testing using descriptive analysis of non-parametric t-test t-table obtained was 1.86 while the t-test for (-152) of the obtained results it can be concluded that to

Metrics

  • 86 views
  • 37 downloads

Journal

Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha

Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha merupakan kumpulan artikel dari tugas akhir/skripsi ma... see more