Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu

Arham A. • Sakka Samudin • Ichwan Madauna
Journal article Agrotekbis • 2014 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 12 pages)

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Lembah Palu merupakan salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tengah dan merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng yang memiliki keunikan umbinya yang bertekstur padat, cita rasa yang khas, renyah dan gurih sehingga disenangi oleh masyarakat. Salah satu masalahnya adalah produktivitasnya masih rendah ditingkat petani disebabkan oleh penerapan paket teknologi budidaya yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk organik cair dan berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah Palu.Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah kaca (Green house) bertempat BPTP (Balai pengkajian Teknologi Pertanian) Kebun Percobaan Sidondo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah dari bulan Maret - Juli 2013 bentuk percobaan menggunakan polybag. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu frekuensi Pupuk organik cair (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu :B0 (Tanpa pemberian pupuk organik cair); B1(Dua kali frekuensi pemberian Pupuk organik cair14 dan 28 HST); dan B2 (Tiga kali pemberian frekuensipupuk organik cair 0,14 dan 28 HST). Faktor kedua yaitu berbagai jenis mulsa (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: M1 (Jerami Padi); M2(Plastik Hitam Perak); dan M3 (Sabut Kelapa). Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dan di ulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan.Hasil penelitian menunjukkan frekuensi Pupuk organik cair memberikan pengaruh komponen tinggi tanaman, luas daun, bobot segar tanaman, jumlah umbi per rumpun dan bobot umbi segar.Frekuensi Pupuk organik cair tiga kali (B2) memberikan hasil lebih baik dibandingkan frekuensi Pupuk organik cair dua kali (B1) dan tanpa Pupuk organik cair (B0). Sedangkan berbagai jenis mulsa memberikan pengaruh komponen tinggi tanaman, luas daundan bobot segar tanaman.Mulsa jerami padi (M1) memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan mulsa plastik hitam perak (M2) dan mulsa sabut kelapa (M3). Interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap komponen luas daun dan bobot segar tanaman.

Metrics

  • 150 views
  • 105 downloads

Journal

Agrotekbis

Agrotekbis merupakan jurnal bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibi... see more