Tinjauan Karakteristik dan Nilai Estetik Seni Kriya Daun Kering di Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung

Muchammad Laili I.
Journal article Jurnal Seni Rupa • 2015

Download full text
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstract

Berkembangnya konsep kriya di lingkungan seni rupa membuat banyak kriyawan mulai melakukan inovasi terhadap bahan yang ada di sekitarnya. Hari Wibisono Dasar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Harrie Dasar merupakan salah satu kriyawan yang memanfaatkan daun sebagai bahan dasar kreasi kriyanya. Keunikan karya seni kriya daun Harrie Dasar karena pola bercak pada daun mampu disatukan dalam komposisi yang harmonis. Sehingga perlu ditinjau lebih mendalam dari segi karakteristik dan nilai estetikanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik dari seni kriya daun serta untuk mengetahui dan menjelaskan nilai estetik pada seni kriya daun karya Harrie Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan informan review. Karakteristik seni kriya daun karya Harrie Dasar terletak pada motif belang-belang yang ditimbulkan oleh daging daun sehingga menimbulkan bercak non geometris pada daun. Kemudian dari segi penataan tidak pernah melakukan pemotongan daun, dan dari tema yang digambarkan selalu menggunakan objek hutan atau pegunungan. Nilai estetis keseluruhan karya, unity didapatkan dari penyusunan daun satu dengan lainnya yang harmonis. Complexity ditunjukkan dari berbagai macam daun dengan hasil pengolahan berbeda ditata secara berirama dengan mempertimbangkan keseimbangan. Intensity terlihat dari adanya kesungguhan dalam penyusunan daun untuk mencapai pusat perhatian. Kata Kunci: seni, kriya, daun kering, Harrie Dasar, karakteristik, estetika              The development concept of craft in the art area make many craft workers began to carry out innovations material around them.  Hari Wibisono Dasar, the popular name “Harrie Dasar” is a craft worker  that using the leaves as to basic materials. The uniqueness of craft art from dry leaves “Harrie Dasar” because pock marked on the leaves that be able to the harmonious composition. So he needs more observations obtain of characteristics and aesthetic value. The purpose of research to identify and explain characteristics of craft art from dry leaves, and describe aesthetic value of craft art dry leaf creation from “Harrie Dasar”. The method used in the study is observation method, interviews and documentations. Techniques of data analysis was using reductions, presentations, and conclusions. Validity of data with triangulation source, triangulation techniques and informant review. Characteristics of craft art dry leaf “Harrie Dasar” is  in strive motive that appear by the leaves flesh giving rise non geometric emerge at leaves. The terms of arrangement was never to cut the leaves, and from of themes illustrated always use the jungle or mountains object. The all of aesthetic value, unity obtained is formation from more than one leaves so that to be harmonious compositions. Complexity shown from variety of leaves with different processing result that arrange in a rhythmic with considering the balance. Intensity visible from seriousness in the leaves preparation to reach points of interest. Keyword: art, craft, dry leaves , Harrie Dasar, characteristics, aesthetic

Metrics

  • 183 views
  • 96 downloads

Journal

Jurnal Seni Rupa

Jurnal Seni Rupa is an online journal of the undergraduate study program from the Fine Arts Educa... see more