Perkembangan Ragam Hias Batik Pring Sedapur Tahun 2002 - 2012 di Dusun Papringan Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan

Astri Wulan Herdiana
Journal article Jurnal Tata Busana • August 2013 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 4 pages)

Abstract

  Abstrak   Batik merupakan salah satu tekstil tradisional khas Indonesia yang mendunia. Setiap daerah memiliki ragam hias yang berbeda dengan ciri khas dari daerahnya masing-masing. Batik Pring Sedapur merupakan Kabupaten Magetan yang patut dilestarikan. Untuk melestarikan karya seni batik ini maka perlu diadakan penelitian guna mengetahui perkembangan ragam hias batik Pring Sedapur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan ragam hias yang digunakan pada batik tulis Pring Sedapur di Dusun Papringan Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Analisa Data menggunakan Triangulasi dengan menggunakan 3 metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Batik Pring Sedapur diciptakan oleh Kepala Desa Sidomukti yang bernama Bapak Tikno. Motif ini terinspirasi dari keadaan desa tempat batik ini muncul di Dusun Papringan yang masih banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon bambu yang memiliki banyak kegunaan dan manfaat. Dari sinilah tercipta berbagai ragam hias batik Pring Sedapur yang berawal dari bambu dengan kombinasi matahari yang memiliki makna matahari sebagai sumber kehidupan manusia diantara serumpunan pohon bambu yang merupakan perlambang manusia sebagai makhluk sosial. Perkembangan batik Pring Sedapur dipengaruhi oleh potensi yang ada di Kabupaten Magetan meliputi batik Pring Cilik, batik Jalak Lawu, batik Sekar Jagad dan batik Magetan Ngumandang. Ragam hias utama yang digunakan adalah pohon bambu, matahari, burung jalak lawu, gunung lawu dan pohon bambu kecil. Ragam hias pelengkap yang digunakan pada perkembangan batik adalah rumput atau ilalang, pohon suluran, batu, jalak lawu, aneka anggrek dan sepatu. Isen-isen yang digunakan pada perkembangan ragam hias batik adalah  sawut, cecek krembyang, sisik, galaran, cecek gabahan, kembang jeruk dan ukel. Warna yang digunakan untuk dasaran banyak menggunakan warna gelap pada awalnyayang berkembang menjadi variasi. Untuk motifnya warna biasa dipadu padankan dengan warna-warna kontras yang sesuai dengan dasarannya.   Kata Kunci: Ragam hias, Batik pring sedapur, perkembangan, warna, potensi daerah     Abstract   Batik is one  of Indonesian  traditional  textiles  which  is very  famous  in  the  world.  Each area  has  their  own  ornament  and  characteristics  based  on  their  area.  Pring  Sedapur  Batik comes from  Magetan  and  needs  to  be  conserved.  A research  is  needed  to  know  the  development  and  to conserve  of  the  various  ornament  of  Pring  Sedapur  batik. This research  is  a descriptive  qualitative  research.  This research  aims  to  describe  the development  of  various  kinds  of  ornament  in  Pring Sedapur  batik in  Papringan,  Sidomukti, Plaosan,  Magetan.  The data  analysis  uses  is  triangulation.  The data  collecting  methods  are observation,  interview  and  documentation. Pring  Sedapur  batik  is  created  by  the  village  leader  of Sidomukti.  His  name  is  Mr. Tikno. This  motif  is  inspired  by  the  village  condition  which  has  a  lot  of  bamboo.  This  bamboo  has  many advantages.  Part  of bamboo,  stalk  to  leaves,  can  be  used  either  when  there  are  small  or big. Bamboo  is  the  symbol  of people's  live  as  the  social  creature.  It  is  because  they  never  live  alone. It  is  like  human  being  who  cannot  live  alone.  They  need  other's  help  for  their  existence.  Based on  this  background,  Pring  Sedapur  is  created.  It  comes  from  the  combination  of the  sun  which has  meaning  the  human's  live source  among  many  bamboos  as  the  symbol  of the  man  as  the social  creatures. The  development  of the  Pring  Sedapur  consists  of Pring  Cilik,  Jalak Lawu,  Sekar  jagad, Magetan  Ngumandang.  Various of  ornaments  used  are bamboo,  sun, Jalak  Lawu,  Lawu Mountain,  and  small  bamboo.  Various  complements  used  are  grass,  stone,  jalak lawu,  orchid  and shoes.  Isen-isen  used  in  this  batik are  sawut,  cecek  krembyang, sisik,  galaran,  cecek  gabahan,kembang jeruk,  and  ukel. Colour that used to based is dark colour in the first, but now used a lot of variation colour tu based batik. Motif used contras colour with based colour batik.   Keywords:  Various  ornaments,  Pring  Sedapur  Batik, development, colour, potensial.  

Metrics

  • 172 views
  • 46 downloads

Journal

Jurnal Tata Busana

Jurnal S1 Pendidikan Tata Busana berisi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana baik... see more