Makna Alih Fungsi Lahan Irigasi Bagi Masyarakat Desa Kepadangan Kec. Tulangan Kab. Sidoarjo

Candra Ari Wiyanto

Download full text
(Bahasa Indonesia, 12 pages)

Abstract

Aksi reclaiming lahan yang dilakukan oleh petani terhadap tanah Negara, para pedagang kaki lima (PKL) melakukan aktivitas serupa, alih fungsi lahan. Para PKL di Desa Kepadangan misalnya, juga menggunakan lahan-lahan umum atau public land yakni saluran irigasi. Saluran irigasi yang ada di Desa Kepadangan hampir keseluruhan tertutup oleh bangunan para pelaku PKL. Seakan para PKL pemilik bangunan dan tanah itu. Teori dan Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Alfred Shultz, Konsep makna Alex Sobur dan Konsep Perlawanan Terbuka dan Perlawanan Tertutup James C. Scott. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian di Lahan Irigasi Desa Kepadangan. Kec. Tulangan. Kab. Sidoarjo. Subyek peneliti dipilih secara snowball, yaitu pemilihan subjek penelitian yang dianggap mengetahui deskripsi daerah penelitian, kemudian dijadikan key informan sedangkan pemilihan subjek selanjutnya berdasarkan infomasi subjek sebelumnya. Pemaknaan terhadap praktik alih fungsi lahan irigasi yang diberikan oleh subyek peneliti beraneka ragam. Pemaknaan atas alih fungsi lahan irigasi berdasarkan data yang diberikan subyek peneliti dikategorikan menjadi tiga kriteria, yaitu makna alih fungsi lahan irigasi sebagai Makna Ekonomis Pragmatis, Ekonomis dan Kuasa serta Ekonomis dan Politik. Dalam ketiga pemaknaan tersebut terdapat praktik reclaiming lahan irigasi berdasarkan aktivitas laten yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Desa Kepadangan.

Metrics

  • 62 views
  • 162 downloads

Journal

Paradigma: Jurnal Online Mahasiswa S1 Sosiologi UNESA

Jurnal Paradigma merupakan Jurnal Online Mahasiswa Program Studi S1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosi... see more