Tinjauan Visual pada Terakota Koleksi Museum Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto

Diah Fatma
Journal article Jurnal Seni Rupa • 2014

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Terakota pada masa klasik dapat menggambarkan bahwa pembuatan benda-benda tanah liat mencapai puncaknya. Terakota masa klasik memliki bentuk dan fungsi yang beranekaragam. Selain itu, masyarakatnya telah mengenal teknologi dan mengolah alam dengan baik sehingga menghasilkan karya yang memiliki estetika. Namun, pada zaman sekarang hampir sebagian benda terakota tersebut tidak lagi diproduksi dan tergantikan oleh bahan lainnya, khususnya masyarakat Trowulan.  Mereka hanya  memproduksi bata dan genteng dibidang pengolahan tanah liat. Padahal sudah diketahui bahwa wilayah Trowulan adalah situs kerajaan Majapahit yang sebelumnya memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang layak untuk dikembangkan. Dari latar belakang tersebutlah maka masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bentuk, fungsi dan karakteristik pada terakota koleksi museum Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahuai dan mendiskripsikan bentuk, fungsi dan karakteristik terakota koleksi  museum Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang merupakan bagian peninggalan pada masa klasik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi data dan informan review. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 45 bentuk terakota Berdasarkan klasifikasi bentuknya yang dibahas adalah ukuran, warna, tekstur, teknik hias dan uraian bentuknya. Berdasarkan bentuk dasarnya terakota koleksi museum Majapahit di kelompokkan menjadi 6 bentuk dasar yaitu bulat, lonjong, bulat telur, persegi, silinder dan figuratif. Fungsi terakota koleksi museum Majapahit dikelompokkan menjadi 5 berdasarkan kebutuhan hidup pada masa klasik antara lain: alat kebutuhan rumah tangga, alat ritual keagamaan, unsur bangunan, alat permainan, dan alat industri. Karakteristik terakota koleksi museum Majapahit dapat dilihat dari penggabungan bentuk dan fungsinya. Fungsi terakota pada masa klasik sangat beranekaragam dibidang agama, industri, sosial dan arsitektur. Namun Terdapatnya bahan, warna, tekstur, dan ornamen pada bentuknya menunjukkan bahwa terakota tidak hanya sekedar benda-benda peralatan hidup tetapi juga peralatan yang menyiratkan ekspresi seni.           Kata Kunci: Bentuk, Fungsi, Karakteristik, Terakota, Museum Majapahit, Kabupaten Mojokerto             Classical terracottas could describe that the process of making earthwares reach the highest rate. Classical  Terracottas has varied shape and function. Besides, the society had known technology and can cultivate the nature well so that they can produce something which has aesthetics value. However, nowadays almost all of those things are not produced. They are replaced by other material as what most Trowulan society do today. They only produce bricks and roof-tiles as clay works production. Whereas, it has been known that Trowulan is a Majapahit Kingdom’s site which has potential in both natural and human resources. From that background, this study comes up to examine shape, function, and characteristics of terracotta at Majapahit museum, Trowulan, Mojokerto regency. The aim of this study is to examine and to describe the shape, the function, and the characteristics of terracotta at Majapahit museum, Trowulan, Mojokerto regency.           This study is a qualitative study with data collection method including observation, interview, and documentation. The data validity was done by data triangulation and informant review.           The result of this study shows that there are 45 shape of terracotta. The things that will be reviewed according to the shape classification are including the size, the color, the texture, the decoration technique, and the kinds of the shape. According to the basic shape, the terracotta is grouped in 6 basic shapes; round, oval, egg round, square, cylinder and figurative.           The function of the terracotta at Majapahit museum is grouped in 5 group according to the living needs in Majapahit’s era including; household needs, religion needs, material of the building, game tool, and industrial tool.           The characteristics of the terracotta at Majapahit museum can be seen from the combination of the shape and the function. The terracotta’s function is varied from religion, industry, social, and architecture sectors. However, the existence of the material, color, texture, and ornament on its shape show that the terracotta is not only the things that is used in everyday life in order to fulfill the needs, but also the things which have a high value of art expression. Key words: Shape, Function, Characteristics, Terracotta, Majapahit Museum, Mojokerto Regency

Metrics

  • 78 views
  • 38 downloads

Journal

Jurnal Seni Rupa

Jurnal Seni Rupa is an online journal of the undergraduate study program from the Fine Arts Educa... see more