Analisis Semiotika Permintaan Maaf Hari Suwandi(korban Lumpur Panas Lapindo)

Arief Hanafi
Journal article Paradigma: Jurnal Online Mahasiswa S1 Sosiologi UNESA • 2013 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstract

Berawal dari fenomena luapan lumpur Lapindo yang belum selesai, menyebabkan berbagai gejala sosial muncul. Salah satu hal yang menarik dari serangkaian kasus luapan lumpur Lapindo adalah kehidupan masyarakat yang selalu dinamis. Individu sebagai bagian dari masyarakat selalu membangun tanda (sign) untuk dapat diterima. Hari Suwandi adalah seorang yang mengaku korban lumpur Lapindo, yang aktif dalam menuntut pelunasan kepada pihak Lapindo. Aksi terakhirnya adalah jalan kaki dari Porong Sidoarjo ke Jakarta. Dengan berjalanya waktu ketika sampai ke Jakarta tiba-tiba Hari Suwandi berubah sikap dan meminta maaf atas aksi yang selama ini dilakukanya. Penelitian ini menggunakan teori dan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure serta pemikiran George H. Mead tentang simbol dan isyarat (gesture). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan Hari Suwandi selama perjalanan menggunakan simbol dan gesture yang bermakna dengan tidak meninggalkan konteks sosial yang ada. Realitas tanda yang di bentuk Hari Suwandi membentuk parole dengan menyampaikan tanda-tanda selama perjalanan dan menjadi realitas langue ketika Hari Suwandi melakukan rekonsiliasi kepada Aburizal Bakrie.Kata kunci: Tanda (sign), Semiotika, Simbol dan isyarat (gesture). Abstact Started from Lapindo mudflow phenomenon that has not been stopped, causing a variety of social phenomena emerge. One of the highlights of Lapindo mudflow social case series is that it is always dynamic. Individual as part of society always build a sign in order to be accepted. Hari Suwandi is a man who claimed to be Lapindo mudflow victim, who is active in demanding repayment to the Lapindo. His final action is walking from Porong Sidoarjo to Jakarta. As time goes by when he finally arrives at Jakarta, suddenly Hari Suwandi changed and apologize for his action. This study uses Ferdinand de Saussure's semiotics theory and approach and also George H. Mead’s thought about symbols and gestures. The result of the study showed that Hari Suwandi used symbols and meaningful gesture during his action by not leaving the social context. The reality of sign by Hari Suwandi creating parole by submitting form signs during the trip and become reality langue when Hari Suwandi does reconcile to Aburizal Bakrie.Keywords: Sign, Semiotics, Symbols and Gestures.

Metrics

  • 79 views
  • 58 downloads

Journal

Paradigma: Jurnal Online Mahasiswa S1 Sosiologi UNESA

Jurnal Paradigma merupakan Jurnal Online Mahasiswa Program Studi S1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosi... see more