Pengaruh Frekuensi Celupan terhadap Hasil Jadi Pewarnaan Batik dengan Daun Lamtoro pada Kain Katun

Nur Tri Anggraini
Journal article Jurnal Tata Busana • May 2014

Download full text
(Bahasa Indonesia, 5 pages)

Abstract

  Abstrak Penelitian ini mengungkap pengaruh frekuensi celupan terhadap hasil jadi pewarnaan daun lamtoro (leucaena leucocephala) dengan media kain katun primissima dan teknik batik. Frekuensi celupan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 20 kali, 25 kali, dan 30 kali untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil pewarnaan daun lamtoro. Kain katun primissima digunakan dalam penelitian ini karena terbaik dalam aspek penyerapan paling sedikit memiliki cacat tenun. Metode pengumpuan data dilakukan observasi dengan 30 observer. Analisis data yang digunakan adalah anova tunggal dengan taraf signifikan 5% dibantu dengan program SPSS 18. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa :  ada pengaruh frekuensi celupan 20 kali, 25 kali, dan 30 kali terhadap hasil jadi pewarnaan ditinjau dari kerataan warna. Frekuensi celupan 20 kali adalah frekuensi yang terbaik di tinjau dari kerataan warna., ketajaman warna, dan hasil jadi motif. Tidak ada pengaruh frekuensi celupan 20 kali, 25 kali, dan 30 kali terhadap hasil jadi pewarnaan ditinjau dari ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Nilai tahan luntur dari ketiga frekuensi celupan adalah baik. Kata Kunci: frekuensi celupan, pewarnaan batik, daun lamtoro, katun   Abstract This research reveals the influence of the frequency of dyeing on the results of lamtoro-leaf (leucaena leucocephala) staining on primissima cotton fabric and batik techniques. The frequency of dyeing used in this research were 20 times, 25 times, and 30 times to determine whether there are differences on the results. Primissima cotton fabric is used in this research because it is best in color absorption and lowest weaving defect. Data were collected by observation method with 30 observers. Data were Analysed by a single ANOVA with a significance level of 5% and assisted with SPSS 18. The conclusion of this research revealed that: There is  effect of the 20 times, 25 times, and 30 times-frequencies of dyeing on the color flatnes, on the color sharpness, and on the motif. there is no effect of the 20 times, 25 times, and 30 times-frequencies of dyeing on the fadeproof. The value of all frequencies are good in fadeproof. Keywords: frequency of dyeing, batik dyeing, lamtoro’s leaves, cotton    

Metrics

  • 102 views
  • 64 downloads

Journal

Jurnal Tata Busana

Jurnal S1 Pendidikan Tata Busana berisi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana baik... see more