Pengaruh Ketebalan Busa Angin terhadap Hasil Jadi Quilting pada Tas Jinjing (Tote Bag)

Ike Agus Talisa
Journal article Jurnal Tata Busana • August 2014

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

  Abstrak   Quilting adalah adalah teknik menghias kain dengan cara  menggabungkan dua atau lebih lapisan bahan. Pada bagian tengah disisipkan sejenis bahan pengisi yang  disebut batting.  Salah satu cara pembuatan pengisian bahan quilting yaitu quilting in units atau  sectional quilting dan penerapan hiasan motif berupa all - over pattern. Bahan pengisi yang digunakan bermacam -macam, misalnya busa angin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil jadi quilting pada tas jinjing (tote bag) dengan ketebalan busa angin 2 milimeter, 5 milimeter dan 8 milimeter, untuk mengetahui pengaruh ketebalan busa angin 2 mm, busa angin 5 mm dan busa angin 8 mm terhadap hasil jadi quilting pada tote bag,  untuk mengetahui ketebalan busa angin 2 milimeter, 5 milimeter dan 8 milimeter yang menghasilkan quilting yang terbaik. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan variabel bebasnya ketebalan busa angin 2 milimeter, 5 milimeter dan 8 milimeter. Variabel terikat yaitu hasil jadi quilting pada tote bag ditinjau dari aspek yaitu efek timbul quilting, bentuk motif quilting dan setikan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan instrument penelitian yang berupa lembar observasi dengan daftar check list yang dilakukan 30 orang observer. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava tunggal untuk mengetahui pengaruh ketebalan busa angin terhadap hasil jadi quilting pada tas jinjing (tote bag) dengan signifikan p < 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan  bahwa hasil jadi quilting ditinjau dari aspek efek timbul quilting dengan mean tertinggi 3,58 pada ketebalan busa angin 5 mm, bentuk motif quilting dengan mean 3,67 pada ketebalan busa angin 5 mm dan setikan dengan mean 3,38 pada ketebalan busa angin 5 mm. Ada pengaruh ketebalan busa angin terhadap hasil jadi quilting, tingkat signifikan semua aspek adalah p = 0,000 < 0,05  sehingga Ha diterima. Ketebalan  busa angin memberikan pengaruh yang berbeda. Bahan pengisi busa angin dengan ketebalan 2 milimeter memberikan pengaruh bentuk motif kurang timbul (tipis), terdapat kerutan, dan setikan rapi.  Bahan  pengisi busa angin dengan ketebalan 5 milimeter memberikan pengaruh bentuk motif relief timbul (sedang), tidak terdapat kerutan, dan setikan lebih rapi. Pada bahan pengisi busa angin dengan ketebalan 8 milimeter memberikan pengaruh bentuk motif relief  timbul (tebal), terdapat kerutan, dan setikan kurang rapi. Ditinjau  dari semua aspek  quilting dengan ketebalan busa angin 5 milimeter yang mempunyai nilai mean tertinggi termasuk kriteria quilting terbaik.   Kata kunci: ketebalan busa angin, hasil jadi quilting, tote bag.     Abstract   Quilting is decorating fabric is a technique by combining two or more layers of material. Inserted in the middle kind of filler called batting. One way of making the batting material is quilting in units or sectional and application of decorative motive in the form of an all - over pattern. The batting used wide - range, for example  spon foam. The purpose of this study to determine the outcome so quilting on tote bag with  spon foam  thickness 2 millimeters, 5 millimeters and 8 millimeters, To determine the effect of the spon foam thickness 2 mm, spon foam thickness 5 mm and spon foam thickness 8 mm of the results so quilting on tote bag, to determine the thickness of the spon foam 2 millimeters, 5 millimeters and 8 millimeters which produces the best quilting.                        Type in the experimental study, the independent variable spon foam thickness 2 mm, 5 mm and 8 mm. Dependent variable that results in a tote bag quilting so in terms of aspects which arise effect quilting, quilting patterns and stitches form. Data collection methods used were observation with research instrument in the form of observation sheet with a list of check list of 30 people who made the observer.  The data analysis technique used is singular anava  to determine the effect spon foam thickness of the results quilting to tote bag with signifikant p < 0,05.                                                                                                                     The results of statistic tests showed that so the results of quilting be viewed from the aspect prominent effect quilting with the highest mean of 3.58 at a thickness of 5 mm spon foam, quilting motive form with a mean of 3.67 at a thickness of 5 mm and a  spon foam and  stitches with a mean thickness of 3.38 on spon foam 5 mm. there is the effect of spon foam  on the thickness of the quilting so the results of quilting, a significant level of all aspects is p = 0.000 < 0.05 Ha received . Thickness spon  foam that gives the effect of different. Spon  foam batting material with a thickness of 2 millimeters less influence motive prominent form (thin), there are wrinkles, and stitches  neat. spon foam batting material with a thickness of 5 millimeters influenced motive form bas-reliefs (medium), there are no wrinkles, and stitches  neater. In the spon foam batting material with a thickness of 8 millimeters motive influence the shape bas-reliefs (thick), there are wrinkles, and stitches less neat. Judging from all aspect of the quilting with a spon foam thickness of  5 millimeters which has the highest mean value including the criteria for the best quilting.   Keywords: Thickness  of spon  foam, result so quilting, tote bag.  

Metrics

  • 123 views
  • 33 downloads

Journal

Jurnal Tata Busana

Jurnal S1 Pendidikan Tata Busana berisi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana baik... see more