Intensitas Rupa: Penggunaan Media Pembelajaran Visual dalam Kelas Linguistik Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya

Fajar Putra Iqomaddin
Journal article Jurnal Seni Rupa • 2015

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Seni rupa menentukan seberapa baik komunikasi yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar melalui media pembelajaran visual, termasuk pembelajaran linguistik yakni ilmu mengenai bahasa verbal. Media visual dan ilmu verbal adalah dua fokus yang berbeda (trans-modus), dan membutuhkan intensitas unsur visual yang tepat, mengingat peserta didik sudah terbiasa belajar secara verbal. Demikian pula pada kelas linguistik sastra Inggris angkatan 2010 Universitas Negeri Surabaya, ditemukan media pembelajaran visual yang menyertakan gambar sebagai objek visual pada mata kuliah Psycholinguistics dan Discourse Analysis. Diyakini media visual mampu memberikan dampak positif kepada mahasiswa, meski mahasiswa masih perlu ketangkasan untuk menerjemahkan gambar/unsur visual ke dalam pemahaman yang tepat. Untuk menjelaskan bagaimana penggunaan media visual di pembelajaran lingusitik, perlu mendeskripsikan bagaimana intensitas penggunaan media visual oleh dosen, aspek desain dari gambar yang ditayangkan, respon keaktifan mahasiswa ketika digunakannya media pembelajaran visual.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi dan memahami bagaimana peran serta media visual pada pembelajaran yang menggunakan basis verbal, hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi tolak ukur bagaimana menggunakan unsur rupa dalam media visual dengan intensitas yang tepat pada pembelajaran berbasis bahasa. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melakukan observasi, membagikan angket, dan data dilengkapi dengan melakukan wawancara langsung pada dosen dan mahasiswa yang bersangkutan. Ditemukan, intensitas media visual pada satu semester adalah 2,78% berbanding tatap muka per satu semester. Unsur visual pada mata kuliah psycholinguistics lebih berfungsi untuk memperjelas materi, sedangkan pada mata kuliah Discourse Analysis lebih berfungsi menggambarkan materi yang telah ada. Dari kedua mata kuliah tersebut, seluruh mahasiswa setuju diperlukan adanya media slideshow powerpoint untuk membantu fokus pada materi dan 81,25% menyatakan media visual baik digunakan ketika ada materi yang sulit dipahami secara verbal. Hampir seluruh mahasiswa (93,75%) di kelas linguistik tersebut menyatakan bahwa media pembelajaran visual mampu mempermudah mahasiswa mengingat materi dan memberikan motivasi saat kegiatan belajar-mengajar.

Metrics

  • 150 views
  • 58 downloads

Journal

Jurnal Seni Rupa

Jurnal Seni Rupa is an online journal of the undergraduate study program from the Fine Arts Educa... see more