Pengembangan Model Til (the Information Literacy) Tipe the Big6 Dalam Proses Pembelajaran Sebagai Upaya Menumbuhkan Budaya Literasi Di Sekolah

Ashar Hidayah
Journal article Pena: Jurnal Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Unismuh • 2017 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 13 pages)

Abstract

Rendahnya minat dan kebiasaan membaca, menulis, menyimak, serta berpikir kritis siswa di Indonesia juga dijelaskan oleh lembaga lietrasi dunia. Menurut data PIRLS ProgressInternational ReadingLiteracy Stuudy tahun 2011 yaitu suatu lembaga uji literasi dunia menerangkan bahwa uji literasi membaca yang mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan, Indonesia menduduki urutan ke-45 dari 48 negara peserta, dengan memperoleh skor 428 dari skor rata-rata 500. Selain itu, pada PISA 2012 peringkat Indonesia menurun yaitu berada pada peringkat ke-64 dari 65 peserta dengan skor 396 dari skor rata-rata 496. Kondisi tersebut sangatlah memprihatinkan karena hanya dengan gemar membaca seseorang akan memperoleh pengetahuan, dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasan sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup. Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah tersebut di atas yaitu dengan gerakan literasi sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Sesuai dengan tahapan dari budaya literasi sekolah yang dimulai dari tahap pembiasaan seperti kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran di mulai, selanjutnya diarahkan pada tahap pengembangan yaitu kegiatan memahami bacaan, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komonikasi. Kemudian tahapan pembelajaran yaitu kegiatan literasi yang merupakan tindak lanjut di tahap pengembangan dapat diteruskan sebagai bagian dari pembelajaran dan dinilai secara akademik. Dalam hal ini penulis memberikan solusi salah satunya yaitu pengembangan model TIL(The Information Literacy) tipe The Big Six dalam proses pembelajaran sebagaiupaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah. Adapun tahapan dari model TIL yaitu Task Defenition (Defenisi Tugas), Information Seeking Strategies (Strategi Mencari Informasi), Location and Access (Lokasi dan Akses), Information Use (Menggunakan Informasi), Synthesis (Sintesis), Evaluation (Evaluasi). Melalui model TIL dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi sesuai kebutuhan danmenggunakan informasi tersebut secara efektif. Selain itu pengembangan model TIL dapa meningkatkan minat baca siswa, sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang minat dan kebiasaan membacanya tergolong tinggi.

Metrics

  • 139 views
  • 199 downloads

Journal

Pena: Jurnal Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Unismuh

Jurnal Pena merupakan wadah publikasi hasil karya tulis ilmiah, penelitian, program kreativitas m... see more